Kolaborasi Kunci Ringankan Beban Persoalan Masyarakat Saat Pandemi

Inkana Putri - detikNews
Kamis, 16 Sep 2021 23:52 WIB
Portrait of a happy Latin American family shopping at the mall wearing facemasks during the COVID-19 pandemic – reopening of businesses concepts
Foto: Getty Images/andresr
Jakarta -

Kolaborasi menjadi salah satu kata kunci dalam mengatasi COVID-19 dan meringankan beban sesama. Namun, kolaborasi tentu perlu didukung oleh peningkatan sinergitas antar kementerian, pemerintah daerah, masyarakat, dan pelaku bisnis.

Terkait hal ini, Deputi Bidang Koordinasi RMPKPO Kemenko PMK, Didik Suhardi pun menegaskan pemerintah akan memberikan bantuan sosial kepada masyarakat. Pemerintah juga berperan sebagai penghubung sumber dana dan pihak dengan aset sumber daya manusia, yang nantinya akan menyalurkan bantuan sesuai sasaran.

Soal pemberian bantuan sosial, menurut Didik, secara total pemerintah telah menyalurkan sekitar Rp3,5 triliun ke masyarakat terdampak. Pihaknya saat ini juga tengah berupaya memberikan bantuan masker bagi masyarakat membutuhkan.

"Pemberian bantuan akan terus ditingkatkan, mengingat kita belum tahu kapan pandemi akan berakhir. Solidaritas dan semangat berusaha juga harus terus dijaga untuk meringankan persoalan masyarakat. Dengan demikian, diharapkan mereka akan mampu secara perekonomian dan memiliki ketahanan keluarga," tegas Didik dalam keterangan tertulis, Kamis (16/9/2021).

Dalam Dialog Virtual Kabar Kamis Forum Merdeka Barat 9 hari ini, ia menyampaikan kolaborasi akan terus bergulir dengan skala yang lebih besar. Hal ini akan dilakukan baik oleh pemerintah maupun masyarakat sehingga dapat meringankan beban masyarakat terdampak COVID-19.

Di sisi lain, CEO Rumah Zakat Nur Effendi menjelaskan soal beragam gerakan kolaborasi yang telah dilakukan untuk berbagi dengan masyarakat. Menurut Effendi, gerakan Rumah Zakat fokus kepada 4 sektor, yakni pemberian informasi positif dan jelas tentang COVID-19, bantuan kesehatan, sosial, serta ekonomi.

Sebagai realisasinya, pihaknya telah melakukan kegiatan seperti pemberian santunan dan beasiswa kepada sekitar 45 ribu anak yang kehilangan orang tua karena pandemi. Bantuan lain seperti sarana kesehatan dan fasilitas isolasi, ambulan gratis, pendampingan dan gerakan borong UMKM, serta pendampingan bagi petani juga dilakukan selama pandemi.

"Untuk menjadi relawan, dapat mengakses situs Rumah Zakat dan mengisi formulir pendaftaran, atau langsung mendatangi cabang Rumah Zakat terdekat," katanya.

Di sisi lain, Co-Founder & CEO Kitabisa.com Alfatih Timur menjelaskan melalui Kitabisa.com, masyarakat dapat berinisiatif menyalurkan bantuan, termasuk menggalang bantuan untuk respon darurat. Dalam hal ini, pihaknya akan memastikan bantuan terlaksana dengan baik dan jelas melalui verifikasi, dokumentasi, dan pemantauan dari laporan implementasi di lapangan.

"Otot solidaritas kita untuk tolong-menolong sangat kuat. Pandemi bisa melahirkan kesedihan, tapi juga memunculkan harapan, solidaritas, dan kebaikan hati. Platform digital dapat mengamplifikasi hal-hal baik dan optimisme ini kepada khalayak luas," katanya.

Sedangkan, Penggagas Hope Foundation atau Yayasan Dunia Kasih Harapan Janna S. Joesoef menyampaikan yayasan miliknya
telah melakukan banyak kolaborasi dengan UMKM dan produsen lokal. Hal ini meliputi pembuatan gelang dan masker dari sisa tekstil, serta sepeda sebanyak lebih dari 800 unit.

Adapun hasil penjualan produk tersebut disalurkan kepada masyarakat terdampak, para pekerja harian di dunia kreatif, atau tenaga kesehatan. Pihaknya juga melakukan penggalangan dana dan membagikan makanan siap makan kepada yang membutuhkan.

"Kolaborasi dengan badan-badan di daerah juga dilakukan agar bantuan dapat tepat sasaran dan mencapai wilayah terpencil," pungkasnya.

(ega/ega)