Arahan Jokowi ke Gubsu Edy-Bobby: Vaksin Ada, Saya Tuntut Harus Habis

Ahmad Arfah - detikNews
Kamis, 16 Sep 2021 22:24 WIB
Presiden Jokowi saat memberikan arahan di Rumah Dinas Gubsu Medan
Foto: Presiden Jokowi saat memberikan arahan di Rumah Dinas Gubsu di Medan (dok. Diskominfo Sumut)
Medan -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan stok vaksin virus Corona saat ini tersedia. Untuk itu Jokowi meminta agar vaksin itu dihabiskan.

Jokowi menyampaikan hal itu saat memberikan arahan kepada Gubernur Sumatera Urata atau Gubsu Edy Rahmayadi, Wali Kota Medan Bobby Nasution dan sejumlah kepala daerah lainnya di Sumut. Jokowi awalnya menyampaikan keluhan yang sering diterimanya persoalan vaksin.

"Setiap saya datang, ke provinsi, ke daerah kabupaten/kota, selalu yang dikeluhkan vaksin," kata Jokowi di rumah dinas Gubsu, Medan, Kamis (16/9/2021).

Jokowi mengatakan hal itu karena produsen vaksin memprioritaskan penjualan kepada negara-negara tempat perusahaan mereka berada. Jokowi mengatakan hal itu terjadi pada bulan Januari hingga Juli 2021.

"Vaksinnya ada sekarang, sekarang yang saya tuntut vaksin harus habis. Nggak ada yang namanya stok seperti ini," ucap Jokowi.

Jokowi kemudian menyoroti masih banyaknya stok vaksin di gudang-gudang penyimpanan di Sumut. Untuk itu dia meminta agar segera disuntikkan.

"Kita berpacu dengan waktu, jangan sampai ada stok di daerah, vaksin datang suntikan ke masyarakat, habis minta ke Gubernur," ujar Jokowi.

Jokowi menyebut dari data yang dia terima, saat ini stok vaksin di gudang Sumut mencapai 838.782 dosis. Sementara untuk kabupaten/kota yang paling banyak menyimpan vaksin yaitu Deli Serdang (94.138 dosis), Serdang Bedagai (84.576 dosis), Nias (75.152 dosis), dan Medan (71.410).

Persoalan vaksinasi ini juga sebelumnya dilaporkan Gubsu Edy Rahmayadi ke Jokowi. Edy menyampaikan angka vaksinasi di Sumut cukup tinggi.

"Cakupan vaksinasi dosis pertama telah mencapai 25,7 persen, dosis kedua 15,9 persen, dan ketiga 47,4 persen. Kami banyak dibantu kecepatan ini. Kami laporkan bapak Presiden, TNI, Polri bahkan Kajati juga membantu. Kecepatan vaksinasi luar biasa, tapi kami mohon kuota vaksin mohon diperhatikan," ucap Edy dalam sambutannya.

(lir/lir)