Apakah Boleh Orang Hilang Akal Berpuasa? Ini Jawaban Sesuai Hadits Nabi

Rahma Indina Harbani - detikNews
Jumat, 17 Sep 2021 08:00 WIB
Senior Muslim woman preparing food
Foto: iStock/Apakah Boleh Orang Hilang Akal Berpuasa? Ini Jawaban Sesuai Hadits Nabi.
Jakarta -

Syarat wajib puasa harus dipenuhi tiap muslim sebelum menunaikan ibadah tersebut. Salah satunya terkait kondisi akal dan kesehatannya. Jika tidak memenuhi syarat tersebut, seorang muslim tidak wajib puasa.

Apakah boleh orang hilang akal berpuasa?

Dikutip dari situs Kemenag Bali, puasa tidak wajib bagi orang yang hilang akal. Aturan ini berlaku meski orang tersebut sudah dewasa dan masih sehat secara fisik.

"Puasa tidak wajib bagi orang gila, meskipun sudah dewasa. Hal ini karena orang gila dinilai tidak memiliki akal yang normal sehingga tidak ada kewajiban apa-apa baginya, termasuk puasa Ramadhan," tulis Kemenag.

Rasulullah SAW dalam haditsnya juga telah menjelaskan hal serupa,

رُفِعَ اْلقَلَمُ عَنْ ثَلَاثٍ عَنْ النّائِمِ حَتّى يَسْتَيْقِظُ وَعَنِ اْلمَجْنُوْنِ حَتّى يُفِيْقَ وَعَنِ الصَّبِىِّ حَتَّى يَبْلُغَ

Artinya: "Hukum (puasa) tidak berlaku atas tiga orang: anak kecil hingga dia baligh (dewasa), orang gila hingga dia waras, dan orang tidur hingga dia bangun," (HR Abu Daud dan Ahmad).

Pertanyaan apakah boleh orang hilang akal puasa juga dijawab dalam buku buku Fiqih Islam wa Adilatuhu Jilid 3: Puasa, Itikaf, Haji, Umrah karya Prof Dr Wahbah az-Zuhaili. Jawaban diambil berdasarkan pendapat mazhab Hanafi.

Mazhab tersebut menyatakan puasa menjadi tidak sah bila dilakukan orang gila, pingsan, dan mabuk. Kondisi tersebut tidak mungkin sanggup melakukan niat. Artinya tidak adanya kelayakan untuk berpuasa pada diri mereka.

Bila suatu kondisi orang hilang akal tersebut menjadi waras saat sebagian bulan Ramadhan, ia akan terkena kewajiban untuk mengganti puasa di hari-hari sebelumnya. Sebab, telah ada kelayakan untuk menunaikan kewajiban dan tanpa adanya penghalang.

Artinya, orang yang hilang akal secara berkala atau terputus-putus waktunya akan dikenai kewajiban mengqadha. Sementara itu, orang yang hilang akal sepanjang bulan, tidak ada kewajiban untuknya mengganti puasa tersebut.

Pendapat lain dari mazhab Syafi'i mengatakan orang yang hilang akal dan menjadi waras pada tengah harinya, ia tidak akan dikenakan kewajiban untuk mengganti puasa yang hilang pada hari-hari sebelumnya.

"Jika anak kecil menjadi balig atau orang gila menjadi waras pada siang hari, hukumnya sama seperti orang kafir yang masuk Islam. Tidak wajib mengqadha atas mereka," tulis Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili.

Namun, orang yang hilang akal tetap harus mengqadha hari-hari yang dilewatinya. Apabila kegilaannya disebabkan oleh ulahnya sendiri, seperti mengonsumsi sesuatu yang membuatnya hilang akal.

Selain orang yang hilang akal, lima golongan lain yang tidak dikenai kewajiban berpuasa di antaranya:

  • Anak kecil yang belum baligh
  • Orang sakit dan orang tua yang lanjut usia
  • Perempuan haid dan nifas
  • Perempuan hamil dan menyusui
  • Musafir atau orang yang sedang melakukan perjalanan jauh.

Gimana, Sahabat Hikmah? Semoga pertanyaan tentang apakah boleh orang hilang akal puasa sudah terjawab ya.

(rah/row)