Warga 10 Daerah di Jateng Rentan Terjangkit Flu Burung
Jumat, 07 Apr 2006 16:28 WIB
Semarang - Meski isunya sudah turun, flu burung tetap saja jadi ancaman. Berdasar data Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Tengah (Jateng), warga 10 daerah masih rentan terhadap serangan virus H5NI."Kami berharap masyarakat tetap waspada. Virus itu bisa menyerang dengan tiba-tiba. Periksakan diri jika mengalami gejala batuk, flu, atau sesak napas," kata Kepala Dinkes Jateng Budihardja kepada wartawan di kantornya, Jl. Pierre Tendean Semarang, Jum'at (7/4/2006).Budihardja menyebutkan, 10 daerah yang berisiko terjangkit flu burung adalah Boyolali, Klaten, Karanganyar, Sujoharjo, Sragen, Semarang, Grobogan, Kendal, Tegal, dan Solo. Di daerah tersebut, unggas-unggasnya dinyatakan positif flu burung.Kasus flu burung pada manusia di Jateng terjadi pada 3 orang. Mereka berasal dari Muntilan Kab Magelang, Suruh Kab. Semarang, dan Mojosongo Kab. Boyolali. Sementara untuk sejumlah orang yang dinyatakan suspect ternyata tidak terbukti positif."Hingga saat ini sudah banyak orang yang memeriksakan diri ke rumah sakit. Namun dari data kami, hanya tiga orang itu yang, menurut observasi WHO, positif flu burung," katanya.Untuk mengantisipasinya, Dinkes meminta Puskesmas aktif melakukan observasi ke masyarakat. Kalau ada warga yang punya gejala awal flu burung, mereka harus segera diperiksa. Kalau hasil observasinya positif, maka orang itu harus dirujuk ke RS terdekat.Budihardja menyatakan, pihaknya sudah menyediakan Tamiflu di beberapa RS rujukan seperti Semarang, Solo, Kendal, dan Banyumas. Diperkirakan, jumlahnya sangat mencukupi untuk mengobati penderita flu burung baik pada tingkat observasi, suspect, probable maupun confirmed."Sesungguhnya, hanya ada satu syarat untuk mencegah maupun mengobati flu burung, yakni daya tubuh harus kuat. Dari analisa kami, orang seperti itu, virus flu burung bakal amblas," jelasnya.Dalam kesempatan itu, Budihardja memaparkan rencana kegiatan untuk memperingati hari Kesehatan Sedunia yang jatuh pada hari ini, 7 April. Dinkes Jateng menggelar seminar, workshop, pelatihan dan gerakan revitalisasi Posyandu.
(asy/)











































