Terima Aduan Eks Pilot Merpati, Komnas HAM Akan Panggil 3 Kementerian

Kadek Melda L - detikNews
Kamis, 16 Sep 2021 18:04 WIB
Paguyuban eks pilot Merpati Nusantara mengadu ke Komnas HAM perihal pesangon, Kamis (16/9/2021).
Paguyuban eks pilot Merpati Nusantara mengadu ke Komnas HAM perihal pesangon. (Kadek/detikcom)
Jakarta -

Komnas HAM menerima aduan dari paguyuban eks pilot maskapai Merpati Nusantara. Mereka mengadukan soal pemenuhan hak berupa pesangon karyawan yang belum dibayar perusahaan sampai saat ini.

"Hari ini kami menerima pengaduan dari paguyuban eks pilot Merpati Nusantara. Aduannya terkait dengan meminta perlindungan hukum dan juga pemenuhan hak-hak dari eks pilot ataupun karyawan Merpati Nusantara yang sudah sekian tahun belum bisa dipenuhi, baik oleh perusahaan maupun negara," kata Komisioner Komnas HAM Beka Ulung di kantornya, Kamis (16/9/2021).

Beka menyampaikan, para mantan pilot maskapai di bawah naungan BUMN yang telah berhenti beroperasi itu, juga meminta agar permasalahan pemenuhan hak yang belum tuntas menjadi perhatian Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan kementerian/lembaga terkait. Sebab, belum adanya pembayaran pesangon berpengaruh terhadap kondisi keluarga eks pilot tersebut.

"Mereka meminta kepada negara, dalam hal ini Presiden, Menteri BUMN, Menteri Keuangan, maupun lembaga terkait, dengan persoalan ini segera menyelesaikan tanggungan yang seharusnya sudah dinikmati oleh eks pilot dan karyawan Merpati Nusantara lainnya. Kedua, aduan yang ada, paguyuban pilot menyampaikan dampak yang dirasakan oleh karyawan Merpati Nusantara juga keluarga korban yang sakit dan dampak lainnya," ujarnya.

Beka menyampaikan Komnas HAM akan menindaklanjuti aduan tersebut. Dia mengatakan Komnas HAM juga akan memanggil pihak-pihak terkait untuk dimintai keterangan dan solusi dari permasalahan tersebut.

"Bagi kami, dengan dua alasan tersebut itulah Komnas HAM akan menindaklanjuti aduan yang ada dengan meminta keterangan Kementerian BUMN, Kementerian Perhubungan, Kementerian Keuangan, maupun lembaga-lembaga lain, untuk bisa menjelaskan duduk masalah yang ada, sekaligus meminta alternatif solusi yang bisa disampaikan oleh negara, sehingga permasalahan yang ada di Merpati Nusantara bisa jelas," ucapnya.

Lebih lanjut Beka berharap para pihak yang akan dipanggil bersedia hadir dan menjelaskan secara terang permasalahan tersebut serta memberikan solusi. Beka mengatakan Merpati Nusantara memiliki peran besar dalam dunia penerbangan Indonesia.

"Harapan Komnas, pihak-pihak yang dimintai keterangan bisa menjelaskan secara gamblang, kebijakan seperti apa, solusi seperti apa dan kapan kira-kira solusi itu diberikan pada eks karyawan Merpati Nusantara. Kita juga nggak bisa melupakan sejarah Merpati Nusantara sebagai penerbangan perintis yang menghubungkan daerah-daerah terpencil, tertinggal, sebelum bumi industri penerbangan seperti saat ini. Sejarah Indonesia terbentuk dari peran dan kontribusi Merpati Nusantara," imbuhnya.

Baca keterangan perwakilan paguyuban eks pilot Merpati di halaman berikutnya.