Megawati Ancam PDIP Klaten
Jumat, 07 Apr 2006 16:11 WIB
Solo - Megawati mengeluarkan peringatan keras kepada kader dan fungsionaris DPC PDIP Kabupaten Klaten agar mampu bersikap dewasa dalam menyelesaikan konflik internal. Sebab jika tidak, DPP akan mengambil langkah tegas sesuai AD/ART partai yaitu pembekukan kepengurusan. "Jika hingga tanggal 23 (April) nanti saya ke Solo lagi dan kasus di Klaten itu belum selesai, maka akan diambil tindakan tegas itu (pembekuan) oleh DPP seperti yang diatur dalam AD/ART kita," ujar Megawati dalam pengarahan kepada para kader struktural PDIP Kota Solo di Hotel Kusuma Sahid, Solo, Jumat (7/4/2006). Acara temu kader tersebut juga dihadiri oleh para walikota dan bupati dari PDIP serta para pimpinan PDIP beberapa kabupaten di wilayah Surakarta, namun tidak terlihat pengurus PDIP Klaten. Sedangkan pengurus DPP PDIP yang menyertai Mega, antara lain Tjahjo Kumolo dan Agnita Singadikane. Konflik internal di PDIP Klaten telah berlarut-larut selama berbulan-bulan hingga terjadi polarisasi dukungan yang memanas antara faksi Harry Pramono (ketua DPC PDIP Klaten) dengan faksi Haryanto Wibowo (mantan Bupati Klaten). Dua kali upaya menggelar Konfercabsus untuk memilih ketua baru selalu gagal. DPD PDIP Jateng juga telah turun tangan, namun selalu menemui kebuntuan ketika berinisiatif mempertemukan kedua kubu. Hingga akhirnya pada akhir Maret lalu turun surat dari DPP PDIP yang menyatakan mengambil alih persoalan di PDIP Klaten. Kondisi di Klaten ini, kata Mega, menjadi perhatian serius dalam berbagai rapat di DPP. "Saya lihat Pak Pramono Anung itu (Sekjen DPP PDIP) tambah hari semakin tambah saja ubannya karena memikirkan hal-hal seperti itu," ujar Mega.Kesal terhadap kondisi itulah, maka Megawati mengeluarkan pernyataan seperti itu. Ada pun 23 April dijadikan patokan karena pada tanggal itu dia akan mengunjungi Solo untuk menutup rangkaian peringatan HUT PDIP ke-33 di Solo. "Saya akan lihat dari dekat pada tanggal itu nanti. Jika belum selesai maka perlu diambil tindakan tegas," tandasnya. Usai memberikan pengarahan, kepada wartawan Megawati kembali menegaskan bahwa tindakan itu perlu diambil karena langkah itu telah diatur oleh aturan organisasi dalam AD/ART PDIP. "AD/ART memang mengatur demikian," kata dia. Pembelajaran RakyatPada kesempatan pengarahan kader tersebut, Megawati juga mengingatkan kepada para kader untuk bekerja keras melakukan pembelajaran demokrasi kepada rakyat. Hal tersebut perlu dilakukan karena prinsip demokrasi mensyaratkan dilakukan pemilihan langsung terhadap pemimpin politik. "Benar bahwa sekarang ini rakyat memilih langsung pemimpinnya. Tapi belum pasti bahwa pilihan rakyat itu adalah orang benar. Karena itu jangan sampai rakyat kita salah lagi dalam memilih pemimpinnya," kata Mega tanpa memberikan penjelasan tentang apa yang dimaksudnya dengan pemimpin salah pilih tersebut.
(asy/)











































