FPI Minta Penerbit Playboy Indonesia Dirajam
Jumat, 07 Apr 2006 16:02 WIB
Jakarta - Sekitar 20 anggota Front Pembela Islam (FPI) mendatangi kantor Playboy Indonesia. Massa meminta majalah Playboy ditarik dari peredaran dan penerbitnya dirajam.Merasa tidak sebanding dengan kekuatan aparat, FPI mengurungkan niat masuk ke dalam kantor Playboy karena negosiasi dengan aparat gagal.Massa hanya berorasi di muka kantor Playboy di Gedung ASEAN Aceh Fertilizer (AAF), Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Jumat (7/4/2006)."Ini bukan demo, tetapi dalam rangka tabayun (klarifikasi) untuk mengonfirmasi apa benar orang yang di dalam geudng ini yang mengeluarkan majalah Playboy. Kalau benar, maka mereka harus tarik peredaran majalah Playboy," kata Koordinator Badan Investigasi FPI Habib Alwi Usman."Playboy dalam bahasa Betawi berarti bandot. Bandot itu berarti orang yang merusak perempuan dan perawan-perawan, maka Playboy tidak layak bagi orang Indonesia dan orang Islam," ujar Alwi yang langsung disambut takbir "Allahu Akbar", "Allahu Akbar" dari massa.Menurut dia, Playboy sudah melanggar perjanjian yang disepakati sebelumnya."Mereka berjanji hanya akan menjual di outlet-outlet tertentu yang terpantau. Tetapi mereka kini telah buta karena dengan mudah kita jumpai di perempatan-perempatan," kata dia.FPI pun bertekad mengungkap owner majalah Playboy dan menyerukan memboikot produk yang memasang iklan di majalah tersebut. "Kalau perlu dia harus dihukum rajam," cetus Alwi."Apakah kita siap untuk menyita, apakah kita siap men-sweeping dan apakah kita siap membakar?" seru Alwi menggebu-gebu kepada massanya."Siaaap! Allahu Akbar, Allahu Akbar!!" sahut massa.Hingga pukul 15.50 WIB, aksi masing berlangsung dan massa masih melakukan orasi.
(aan/)











































