Pemeran Adegan Seks Dikeluarkan dari SMU 5 Pekanbaru

Pemeran Adegan Seks Dikeluarkan dari SMU 5 Pekanbaru

- detikNews
Jumat, 07 Apr 2006 15:17 WIB
Jakarta - Citra SMU 5 Pekanbaru tercoreng dengan munculnya rekaman adegan seksual sepasang siswa-siwinya. Karena itu, pihak SMU 5 Pekanbaru mengambil tindakan tegas. Kini, kedua murid ikelas II IPS itu dikeluarkan dari sekolahnya.Sikap tegas ini disampaikan Kepala Sekolah (Kepsek) SMU 5 Hasan Basri saat dihubungi detikcom, Jumat (7/04/2006) di Pekanbaru. Menurut dia, tindakan mengeluarkan kedua murid itu dari sekolah terpaksa dilakukan, karena telah mencoreng dunia pendidikan. "Sesuai dengan keputusan kami, kedua murid itu sudah kita keluarkan dari sekolah," kata dia. Menurut dia, pihak sekolah awalnya mengetahui rekaman adegan seksual layaknya pasangan suami istri ini dari sejumlah rekaman yang ada di HP para murid lain di sekolah itu. Tidak jelas, bagaimana rekaman itu bisa beredar di sekolah. "Belakangan kita juga melakukan sweeping atas rekaman itu di sekolah. Karena ada bukti yang kuat, akhirnya keputusan sekolah harus mengeluarkan mereka sejak dua bulan lalu," ungkap dia. Sering BolosInformasi yang dihimpun detikcom, kedua siswa ini merupakan murid kelas II IPS yang masih satu lokal, yakni Mrt (cewek) dan At (cowok). Kabarnya juga, perbuatan terlarang itu mereka lakukan di rumah orang tua si cewek. Tapi yang pasti, kata Kepala Sekolah SMU 5, kedua siswa ini tidaklah terlalu menonjol dalam masalah belajar. Nilai rapor mereka selama ini juga tidak pernah masuk dalam sepuluh besar. Mereka juga tergolong murid yang sering terlambat masuk sekolah. "Catatan kita juga menunjukan kedua siswa ini sering bolos. Keduanya dalam proses belajar juga tidak terlalu menonjol," kata Hasan. Menanggapi perilaku kedua murid ini, pihak sekolah tidak bersedia dituding telah gagal dalam mendidik para muridnya. Menurut Hasan, tanggung jawab perilaku murid juga ada di tangan orangtuanya. Agar kasus ini tidak terulang untuk kedua kalinya, dia berharap para orang tua murid juga bisa mendidik anaknya selepas dari sekolah. "Peran orang tua sangat penting dalam mendidik moral anak-anaknya. Bagaimana pun siswa itu lebih banyak beraktivitas di luar sekolah. Di sinilah kia berharap peran orangtua dalam membangun karakter anaknya," pinta Hasan. (asy/)



Berita Terkait