Warga Protes Parkir Minimarket Pekanbaru: Belanja Rp 5.000, Parkir Rp 2.000

Raja Adil Siregar - detikNews
Kamis, 16 Sep 2021 14:04 WIB
Juru parkir di mini market Pekanbaru (Raja-detikcom)
Foto: Juru parkir di mini market Pekanbaru (Raja-detikcom)
Jakarta -

Warga di Pekanbaru, Riau, merasa keberatan dengan penerapan parkir berbayar di seluruh minimarket. Warga menilai parkir di minimarket membebani warga yang akan berbelanja.

"Warga sangat terbebani. Kita mau beli Rp 5.000 kena parkir Rp 2.000, kan itu nggak wajar," ucap seorang warga, Bayu Prastiyo, di Jalan HR Soebrantas, Pekanbaru, Kamis (16/9/2021).

Bayu menilai penerapan parkir berbayar di minimarket tidak tepat. Menurutnya, warga yang datang ke minimarket tidak menghabiskan waktu lama untuk memarkirkan kendaraannya.

"Masih ada yang lain, supermarket, tempat karaoke dan pusat perbelanjaan besar lain yang bisa dikenakan biaya parkir. Kalau ini kan orang belanja sedikit," kata Bayu.

Bayu berharap kebijakan parkir berbayar di Pekanbaru yang berlaku sejak 1 September harus dikaji ulang. Dia mengatakan orang yang belanja di minimarket kerap membawa uang pas-pasan.

"Kondisi sedang pandemi, jangan bebani lagi masyarakat. Tidak smua orang yang belanja di minimarket punya uang, kadang uang juga pas-pasan," katanya.

Jukir Curhat Berat Penuhi Setoran-Dipalak Preman

Juru parkir (jukir) salah satu minimarket mengaku terbebani dengan setoran Rp 100 ribu per hari. Jumlah tersebut harus disetor ke Pemko Pekanbaru usai ada kebijakan parkir berbayar di minimarket.

"Berat, kami sehari wajib setor kontraktor Rp 100 ribu per hari. Kadang setoran ini tidak cukup, ya kami harus nombok," ucap salah satu jukir.

Jukir itu mengaku pernah mendapatkan setoran Rp 50 ribu selama 11 jam bekerja. Mirisnya, dia harus menyetorkan seluruh pendapatannya dan dikenai beban tagihan Rp 50 ribu pada esok harinya.

"Pernah sehari dapat Rp 50 ribu karena hari hujan. Ya setor semua, terus besoknya kita harus bayar sisanya, jadi Rp 150 ribu untuk besoknya," katanya.

Dia juga mengaku kerap berselisih paham dengan preman dan warga. Warga, katanya, sering protes karena selama ini tak pernah ditagih uang parkir di minimarket.

"Agak repot, kadang kita minta parkir ada yang nggak mau bayar. Ya alasannya kan selama ini gratis, ada juga preman-preman datang minta setoran," katanya.

Janji Pemko Pekanbaru

Pemerintah Kota Pekanbaru sebenarnya telah berjanji mengkaji ulang regulasi parkir berbayar di minimarket. Evaluasi ini dilakukan usai masyarakat menyampaikan protes keras soal parkir berbayar di minimarket.

"Kita akan bahas ini untuk mempertegas lagi antara layanan dari pemilik ritel dengan jasa layanan yang ditarik langsung kepada pengunjung," kata Wali Kota Pekanbaru, Firdaus MT, di Pekanbaru, seperti dilansir dari Antara, Rabu (15/9).

Firdaus mengaku dirinya mendengar protes dari warganya usai parkir berbayar di minimarket berlaku di Pekanbaru. Parkir ini dibuat berbayar usai pengelolaan parkir tepi jalan dikelola pihak ketiga.

Dia mengatakan awalnya ritel memberi layanan parkir gratis ke pelanggan. Dengan kata lain, uang parkir dibayarkan pengusaha kepada Pemerintah Kota Pekanbaru tanpa membebankan masyarakat.

Lihat juga video 'Kronologi Dua Juru Parkir Liar Aniaya Pasutri di Makassar':

[Gambas:Video 20detik]



(ras/haf)