Melihat Yudas dari Sisi Lain

\'Gospel of Judas\'

Melihat Yudas dari Sisi Lain

- detikNews
Jumat, 07 Apr 2006 13:52 WIB
Jakarta - Belum lama ini Maecenas Foundation bekerjasama dengan National Geographic Society dan Waitt Institute for Historical Discovery yang berada di California, AS berupaya menerjemahkan sebuah naskah kuno yang disebut Gospel of Judas.Naskah yang dibuat sekitar Abad 2 Masehi ini menggambarkan perspektif yang sama sekali berbeda dengan apa yang diyakini umat Katolik dan Kristen selama ini mengenai figur Yudas Iskariot. Yudas umumnya dikenal sebagai pengkhianat, karena telah menyerahkan Yesus kepada tentara Romawi untuk disalibkan.Namun, dalam Gospel of Judas, Yudas dijelaskan sebagai murid yang paling dipercaya oleh Yesus. Karena itulah, para ahli mengklaim fakta ini memberi alternatif baru bagi umat Kristiani di seluruh dunia terhadap figur Yudas.Dalam teleconference yang digelar National Geographic Society dan dihadiri oleh detikcom di Inke Maris & Associates di Jl. KH Abdullah Syafi'ie 28, Tebet Jakarta Selatan, Jumat (7/4/2006), Profesor Gregor Wurst, salah seorang peneliti dari Fakultas Teologi Katolik Universitas Augsburg, Jerman berbagi kisah tentang penelitian ini. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, diketahui Gospel of Judas pertama kali ditemukan di Mesir tahun 1970 silam. Wurst yang juga menjadi salah satu editor penerjemahan naskah ini menuturkan, naskah ini telah berpindah tangan beberapa kali dari beberapa kolektor hingga akhirnya diakuisisi dan dimulai upaya penerjemahannya. Proses ini dimulai tahun 2002.Sebuah tim yang terdiri dari para ahli Injil dan ilmuwan memverifikasi keabsahan naskah ini. Proses otentifikasi dilakukan dengan teknik radiocarbon dating, analisa, dan pengambilan gambar multispektral. Tim ini juga meneliti sejarah modern dari dokumen itu, semenjak ditemukan, termasuk proses konservasinya yang sangat rinci menyeluruh."Berdasarkan penelitian, naskah ini dapat dipertanggungjawabkan keasliannya. Jenis huruf, tinta dan papyrus (jenis kertas-red.) naskah menunjukkan ini dibuat pada sekitar Abad 2 Masehi, antara tahun 180 Masehi sampai tahun 188 Masehi," urai Wurst.Menyoal isi, apa yang tertulis di Gospel of Judas memang sangat bertolakbelakang dengan citra Yudas selama ini yang akrab dengan kelicikan dan pengkhianatan. Namun menurut Wurst, dalam Gospel of Judas diceritakan figur Yudas sebagai salah satu murid yang paling dekat dengan Yesus. Karena itulah, kemudian Yesus memintanya mengorbankan citra dirinya dan menyuruh Yudas menyerahkan Yesus ke tangan tentara Romawi. Wurst sendiri menegaskan, penemuan ini adalah hal ilmiah. Namun, hasil penelitian ini tidak mendapat tanggapan serius dari tokoh-tokoh gereja di Amerika Serikat.Rencananya, naskah Gospel of Judas yang tertulis dalam bahasa Coptic tersebut akan dimuseumkan di Explorers Hall, Museum National Geographic di Washington. Begitu proses konservasi yang dilakukan selesai, naskah itu akan diserahkan kembali kepada negara asalnya, Mesir, untuk disimpan di Museum Coptic di Kairo. (asy/)


Berita Terkait