Di Seminar Internasional, Dirut BPJS Kesehatan Beberkan Sistem Biaya JKN-KIS

Khoirul Anam - detikNews
Rabu, 15 Sep 2021 21:16 WIB
Dirut BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti (Foto: dok BPJS Kesehatan)
Foto: Dirut BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti (Foto: dok BPJS Kesehatan)
Jakarta -

Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti mengungkapkan pemerintah melalui Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) berupaya memastikan layanan kesehatan yang dibutuhkan masyarakat. Skema pembiayaan yang diadopsi saat ini juga diharapkan dapat menjembatani kebutuhan kesehatan masyarakat dengan ketersediaan anggaran yang dimiliki pemerintah.

"Kita tidak bisa menutup mata, bahwa kemajuan teknologi kesehatan dan layanan medis terbaru dapat membantu atas pemulihan kesehatan bahkan penyelamatan nyawa individu. Namun terhadap nilai dari efektivitas layanan serta kemampuan anggaran yang dimiliki masih menjadi area yang harus didiskusikan bersama. Semua pemangku kepentingan perlu dilibatkan," kata Ghufron,
dalam keterangan tertulis, Rabu (15/9/2021).

Hal itu ia ungkapkan saat membuka kegiatan webinar internasional bekerja sama dengan National Health Service (NHS) Inggris, Universitas Coventry Inggris, dan National Health Security Office (NHSO) Thailand di Jakarta.

Ghufron mengungkapkan, untuk menjawab isu terkait efektivitas layanan terhadap biaya, Program JKN-KIS mengadopsi sistem pembayaran mulai dari kapitasi, INA-CBG's maupun fee for service bagi layanan-layanan tertentu. Hal ini menunjukkan, Program JKN-KIS tetap menerapkan sistem belanja strategis sesuai dengan amanah perundangan yang berlaku. BPJS Kesehatan terus mencari sistem yang tepat yang disesuaikan dengan kondisi perkembangan zaman.

"Untuk itu, melalui diskusi antarnegara dalam seminar internasional ini, kita harap dapat menjadi ajang saling berbagi pengetahuan dan pengalaman antar sesama pengelola jaminan kesehatan. Hal ini juga sesuai dengan budaya BPJS Kesehatan yaitu sebagai learning organization, dan diharapkan akan berdampak pada penguatan strategi dan kebijakan dalam Program JKN-KIS ke depannya," ujar Ghufron, yang saat ini juga terpilih menjadi Ketua Komisi Kesehatan atau Technical Commission on Medical Care and Sickness Insurance (TC HEALTH) International Social Security Association (ISSA) Periode 2020-2022, yang beranggotakan 160 negara

BPJS KesehatanBPJS Kesehatan Foto: dok. BPJS Kesehatan

Dalam seminar internasional tersebut, terdapat diskusi bertema 'Jaminan Kesehatan' yang membahas tentang tantangan, inovasi, serta peningkatan kualitas layanan terutama penyesuaian akibat adanya pandemi COVID-19. Sebagai pembicara adalah BPJS Kesehatan, National Health Service (NHS) Inggris serta National Health Security Office (NHSO) Thailand, dan dipandu oleh Universitas Coventry Inggris.

(prf/ega)