Demo Sopir Taksi Menolak Blue Bird Diwarnai Bogem Mentah

Demo Sopir Taksi Menolak Blue Bird Diwarnai Bogem Mentah

- detikNews
Jumat, 07 Apr 2006 12:44 WIB
Bandung - Perseteruan sesama armada taksi di Bandung tak juga usai. Sekitar 200 pengemudi taksi berbagai armada taksi di Bandung berunjuk rasa mendatangi kantor Walikota Bandung, Jumat (7/4/2006). Ratusan sopir taksi ini bermaksud menyampaikan aspirasi agar Walikota Bandung Dada Rosada mencabut izin operasional armada taksi Si Burung Biru alias Blue Bird. Kehadiran armada taksi asal Jakarta ini dinilai telah mengurangi penghasilan armada taksi lama. "Kita keberatan dengan sistem pembayaran ala Blue Bird. Mereka tidak memakai tarif minimal, jadinya penumpang pilih mereka," ungkap salah seorang pengemudi armada taksi Gemah Ripah Gunaya saat ditemui di sela aksi di dalam halaman Kantor Walikota Bandung, Jalan Aceh. Selain Gemah Ripah, armada yang ikut aksi adalah Bandung Metropolitan, 4848, dan Primpkopau. Pengemudi taksi ini mulai beraksi pukul 08.00 WIB. Mereka memarkirkan puluhan taksinya di sepanjang Jalan Aceh. Akibatnya, aparat kepolisian yang menjaga ketat aksi ini pun terpaksa menutup sebagian jalan ini. Lalu lintas pun jadi padat merayap.Aksi berjalan agak kacau. Saat orasi yang dilakukan oleh koordinator Gerakan Solidaritas Pengemudi Indonesia atau GSPI, tak sedikit peserta demo malah mencaci maki orator. Pendemo juga cuek bebek dan malah meninggalkan panggung orasi GSPI. Aksi juga diwarnai keributan ketika salah seorang yang di uga aparat intelijen hendak menahan salah seorang koordinator aksi dari GSPI. Bogem mentah dari pengemudi taksi pun sempat mendarat di muka intel tersebut. Beruntung, aparat kepolisian langsung mengamankan intel tersebut. Peserta aksi juga sempat merusak dan membakar atribut milik Blue Bird berupa spanduk dan papan promosi. Menurut Gunaya, sebelum Blue Bird merambah Bandung, dia dkk biasa mendapatkan penghasilan tiap harinya hingga Rp 177 ribu. Namun setelah Si Burung Biru beroperasi, penghasilan mereka turun drastis. Kini, ia mengaku hanya mendapatkan penghasilan tiap harinya cuma Rp 75 ribu. Padahal setoran tiap harinya sebesar Rp 130 ribu. Berdasar pengamatan detikcom, selama ini pelayanan taksi di Bandung tak jelas. Para pengemudi taksi lantas membuat aturan kesepakatan tersendiri. Misalnya, penumpang pengguna taksi akan dikenakan biaya minimal Rp 10 ribu setiap kali naik. Para penumpang pun tak jarang mesti adu mulut dulu dengan pengemudi taksi tersebut. Kondisi kendaraan taksi di Bandung juga tidak begitu bagus. Wajar jika raksasa Blue Bird dengan sistemnya yang lebih teratur menyebu Bandung, pengguna taksi langsung beralih ke armada gres itu. (nrl/)


Berita Terkait