Playboy di Agen Sudah Ludes Sejak 03.00 WIB
Jumat, 07 Apr 2006 11:50 WIB
Jakarta -
Agus, seorang agen majalah di kawasan Stasiun Senen, Jakarta Pusat, sudah kehabisan stok Playboy sejak pukul 03.00 WIB, Jumat (7/4/2006). Yadi, pengecer di WTC Mangga Dua, juga kehabisan jualan sejak pukul 04.00 WIB."Di agen sudah habis, Mbak. Paling kalau masih ada, di pengecer," kata Agus pada detikcom di sela-sela kesibukannya menerima pasokan sejumlah majalah yang dikirim oleh mobil-mobil barang.Selain pengecer, kata Agus, majalah itu bisa didapat dari asongan dan mal-mal. "Itu pun harus ditanyakan. Karena rata-rata mereka takut pada polisi," ujar Agus yang mendapat jatah Playboy 100 eksemplar.Kok takut sama polisi, emangnya dilarang apa, Pak? "Ya, dilarang," jawab Agus.detikcom meyakinkan bahwa majalah itu tidak dilarang. Tapi Agus tidak percaya. "Kata siapa?" tanyanya.Lho, kan memang tidak ada larangan terbit. "Itu kan kata mbaknya," sahut Agus tetap tak percaya.Yadi, pengecer yang tengah kulakan di kios Agus mengaku majalah Playboy dagangannya sudah ludes terjual. "Saya cuma dapat 20 (eksemplar), Mbak. Sudah habis sejak jam 4 tadi," kata Yadi yang tidak bisa minta jatah tambahan Playboy lagi.Selain menyerbu pagi-pagi, kata Yadi, pembeli juga sudah memesan jauh-jauh hari sebelumnya. "Takut kehabisan mungkin, jadi pada pesan," kata Yadi.Di dekat Stasiun Senen, ada 5 agen. Tiga agen di antaranya mengaku tidak jualan Playboy karena takut ada polisi. Sedang dua di antaranya menjual majalah lelaki asal Amrik itu. Foto:Salah satu pose Andhara Early di majalah Playboy Indonesia
(nrl/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































