Howard: Melepas Papua dari RI Akan Tingkatkan Ancaman Teror
Jumat, 07 Apr 2006 11:34 WIB
Canberra -
Menyusul pemberian visa kepada 42 warga Papua, pemerintah Australia sibuk membantah tudingan bahwa pihaknya mendukung gerakan separatis Papua. Perdana Menteri (PM) Australia John Howard lagi-lagi menegaskan bahwa pemerintahnya tidak akan mendukung kemerdekaan Papua. Alasannya, melepaskan Papua dari kedaulatan RI hanya akan meningkatkan ancaman teroris. Demikian disampaikan Howard seperti diberitakan News.com.au, Jumat (7/4/2006)."Saya harap masyarakat mengerti apa yang kita hadapi. Kita di sini berurusan dengan masa depan negara Islam terbesar di dunia dan kepemimpinan Islam moderat," kata Howard.Menurut Howard, senjata paling baik untuk melawan terorisme adalah menciptakan Indonesia yang makmur. Dan memisahkan Papua dari Indonesia akan mengganggu kestabilan Indonesia. "Dan harapan terbaik untuk itu terletak pada kesatuan negara tersebut dan keberhasilan kepemimpinan Presiden Bambang Yudhoyono," ujar pemimpin negeri Kangguru itu."Jalan terbaik bagi Papua Barat adalah menjadi bagian dari Indonesia yang lebih makmur dan lebih demokratis," tandas Howard.Pemerintah Australia belum lama ini memberikan visa sementara bagi 42 pencari suaka asal Papua yang tiba di negeri itu pada Januari lalu. Langkah ini langsung menuai kecaman keras dan protes dari pemerintah dan publik Indonesia.
(ita/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































