41 Jenazah Kebakaran Lapas Tangerang Teridentifikasi, Operasi DVI Selesai

Firda Cynthia - detikNews
Rabu, 15 Sep 2021 17:24 WIB
Konferensi pers terkait identifikasi jenazah korban kebakaran Lapas Tangerang
Konferensi pers terkait identifikasi jenazah korban kebakaran Lapas Tangerang. (Firda Cynthia/detikcom)
Jakarta -

Tim Disaster Victim Identification (DVI) RS Polri telah mengidentifikasi sebanyak 39 dari 41 jenazah korban tewas kebakaran di Lapas Kelas I Tangerang. Polisi menyatakan operasi identifikasi jenazah yang dilakukan oleh Tim DVI telah berakhir.

"Lebih-kurang delapan hari Tim DVI bekerja 24 jam dan patut kita syukuri semua dapat teridentifikasi, artinya tim dapat memberikan kepastian kepada para keluarga. Tim DVI sendiri sudah menyampaikan bahwa operasi DVI dalam rangka melakukan identifikasi terhadap kasus kebakaran Lapas Kelas I Tangerang dinyatakan telah berakhir," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono saat konferensi pers di RS Polri Kramat Jati, Rabu (15/9/2021).

2 Jenazah Tersisa

Meski baru 39 jenazah yang teridentifikasi, 2 jenazah yang tersisa dinyatakan telah teridentifikasi secara fisik. DVI saat ini tinggal menunggu data primer sebagai pembanding kedua jenazah tersebut.

"Seluruhnya (jenazah) teridentifikasi melalui DNA dan rekam medis. Ada dua jenazah yang secara fisik memang sudah dikenali, akan tetapi Tim DVI masih membutuhkan data-data tertentu untuk lebih meyakinkan terhadap dua jenazah yang masih tertinggal," kata Rusdi.

Ia menyebutkan, kedua jenazah tersebut bernama Samuel Machado Nhavene (WN Nigeria) dan Bambang Guntara Wibisana bin Ahmad Yanan.

Identifikasi WN Nigeria

Komandan DVI Pusdokkes Polri Kombes Hery Wijatmoko menyampaikan bahwa data-data yang perlu dilengkapi oleh Tim DVI dalam proses identifikasi berdasarkan lima parameter.

"Jadi kami melakukan pemeriksaan melalui lima parameter, yaitu medis, gigi, properti, sidik jari, dan DNA," ujar Hery dalam kesempatan yang sama.

Ia mengatakan pihaknya juga memerlukan data primer. Lantas, menurut dia, identifikasi jenazah yang bersangkutan dapat memenuhi aspek legalitas.

"Dari secara medis dalam arti antropologi kami bisa membedakan antara WNA dan WNI, namun karena kami memerlukan primary yang dibandingkan secara legal aspect kami bisa mempertanggungjawabkan," kata dia.

Per Rabu (15/9), Tim DVI telah mengidentifikasi sebanyak 14 jenazah korban tewas kebakaran Lapas Tangerang yang terjadi pada Rabu (8/9) lalu. Dengan penambahan tersebut, sebanyak 39 dari 41 jenazah sudah teridentifikasi.

Simak juga video 'Operasi Identifikasi Korban Kebakaran Lapas Tangerang Berakhir':

[Gambas:Video 20detik]



(mea/fjp)