Khofifah: Playboy Terbit, Negara Tak Berdaya
Jumat, 07 Apr 2006 11:23 WIB
Jakarta - Ketua PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa menilai terbitnya majalah Playboy edisi Indonesia bentuk ketidakberdayaan negara melakukan pengaturan."Harus ada law enforcement. Harus ada ketentuan khusus dan persyaratan khusus yang mengatur penjualan majalah ini. Misalkan ditaruh di rak khusus, semacam minuman keraslah," kata Khofifah.Hal ini disampaikan sebelum pertemuan tertutup Perdana Menteri (PM) Belanda Jan Peter Balkenende dengan Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin dan Ketua PBNU Endang Turmudzi di kantor PP Muhammadiyah, Jalan Menteng Raya, Jakarta Pusat, Jumat (7/4/2006).Pengaturan ini dimaksudkan agar tidak mencederai perasaan kelompok tertentu.Tetapi kan isinya berbeda dengan yang di luar negeri? "Ini kan perusahaan multinasional, ada standarisasinya, tentunya tidak sembarang membuka franchise," cetus perempuan berjilbab ini.Majalah Playboy Indonesia mulai beredar Jumat 7 April ini. Harganya Rp 39 ribu di Pulau Jawa dan Rp 40 ribu untuk di luar Pulau Jawa.100 Ribu eksemplar Playboy akan dikemas dalam sebuah bungkusan yang bergambar sama dengan gambar sampul depan dengan jilid pada bagian belakang. Sehingga, majalah ini tidak dapat dibuka tanpa membeli. Ini pun untuk memperkecil kemungkinan dibaca oleh anak-anak.Majalah yang diterbitkan oleh PT Velvet Silver Media sekaligus pemegang lisensi Playboy di Indonesia ini, pada awal investasi terkerahkan sekitar Rp 3-4 miliar. Selanjutnya, majalah ini akan terbit pada minggu pertama setiap awal bulan.
(aan/)











































