Kebanyakan Pembeli Lihat Gambar Playboy Jadi Ilfil

Kebanyakan Pembeli Lihat Gambar Playboy Jadi Ilfil

- detikNews
Jumat, 07 Apr 2006 11:10 WIB
Kebanyakan Pembeli Lihat Gambar Playboy Jadi Ilfil
Jakarta - Kebanyakan calon pembeli ingin membeli majalah Playboy Indonesia edisi perdana karena penasaran. Tapi setelah melihat gambarnya dan membuka-buka dalamnya, mereka malah jadi ilfil alias ilang feeling."Kebanyakan dari mereka ngelihat gambarnya jadi ilfil," kata penjaga kios majalah dan koran yang menjual Playboy di depan kantor Perusahaan Umum Percetakan Uang RI (Peruri), Blok M, Jakarta Selatan, Jumat (7/4/2006). Majalah Playboy Indonesia edisi perdana mulai diedarkan hari ini. Penjual majalah di depan Peruri itu sangat antusias menjual majalah yang menuai kontroversi itu. Majalah itu dengan terbuka dijajar secara mencolok di lapaknya. Pria yang menolak disebut namanya itu bahkan dengan agresif menawarkan majalah dengan cover Andhara Early itu kepada setiap orang yang lewat. Awalnya, umumnya pembeli antusias dan penasaran ingin melihat majalah itu.Namun setelah melihat cover dan melihat harganya, kebanyakan dari mereka urung membeli.Dari pukul 07.00-10.00 WIB, penjual di depan kantor Peruri itu baru mendapat 12 pembeli. Melihat kurang antuasiasnya pembeli, penjual memperkirakan pada bulan-bulan selanjutnya harga Playboy akan diturunkan."Kayaknya harganya tidak akan mungkin bertahan di Rp 39 ribu, mungkin 2-3 bulan ke depan akan turun," ramal penjual itu.Sang penjual mengaku mendapat untung 15 persen dari harga bandrol setiap majalah Playboy yang terjual. Ia masih berharap makin siang akan makin laris dagangannya. "Semakin siang semoga akan semakin banyak peminatnya," kata penjual itu.Tidak Terlalu VulgarSementara salah seorang pembeli menyatakan, Playboy edisi perdana tidak terlalu vulgar. Pose-pose perempuan yang ditampilkan tidak sepanas yang diperkirakan."Playboy kan identik gambar gimanaaa gitu. Saat ngelihat yang sekarang gambarnya kok biasa saja. Tapi kebanyakan isinya bagus, banyak ulasan tentang penulis beken," kata salah seorang pembeli majalah Playboy di depan Peruri.Sementara di depan Mal Blok M, majalah bergambar kelinci bertuksedo itu dijual secara sembunyi-sembunyi. Pedagang hanya akan menunjukkan Playboy yang disimpannya di dalam boks jika ada pembeli yang tanya."Saya nggak enak. Takutnya ada razia atau kenapa. Soalnya kan kita jualannya di dekat kawasan sekolah," kata penjual itu. (iy/)


Berita Terkait