5 Langkah Satgas COVID-19 Dukung Perhelatan PON XX di Papua

Inkana Izatifiqa R Putri - detikNews
Rabu, 15 Sep 2021 16:19 WIB
BNPB
Foto: Screenshoot/SATGAS COVID-19
Jakarta -

Perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua dijadwalkan akan bergulir pada 2-15 Oktober mendatang. Digelar di tengah pandemi, pemerintah, Satgas Penanganan COVID-19, dan para pihak terkait pun tengah berupaya segala mempersiapkan guna menjamin kelancaran kegiatan ini. Terlebih PON XX Papua dikabarkan dapat digelar dengan melibatkan penonton terbatas.

Satgas COVID-19 bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pun telah menyiapkan sejumlah langkah untuk mendukung kelancaran kegiatan PON XX Papua. Salah satunya melalui dukungan terhadap penerapan protokol kesehatan selama kegiatan berlangsung,

"Dalam hal ini BNPB sebagai kapasitas Satgas Penanganan COVID-19 mendukung penyelenggaraan PON XX Papua. Kami akan mendukung kegiatan PON XX Papua lebih ke protokol kesehatan. Sesuai arahan Kepala BNPB sebagai Kepala Satgas COVID-19, kami akan meningkatkan kesiapan dari setiap individu yang terlibat, serta meningkatkan kesiapan dan mitigasi penyebaran COVID-19," ujar Deputi Bidang Pencegahan BNPB, Prasinta Dewi dalam acara Talkshow 'Persiapan Penerapan Prokes Covid-19 PON XX Papua, Bercermin Dari Olimpiade Tokyo', Rabu (15/9/2021).

Selama PON XX Papua berlangsung, Satgas COVID-19 akan menerapkan lima upaya terkait protokol kesehatan. Pertama, melakukan asistensi pada event organizer dan panitia pelaksana.

"Yang kita lakukan adalah asistensi pada event organizer atau panitia pelaksanaan dalam hal protokol kesehatan. Targetnya di sini kita memantau mobilisasi dari daerah ke Papua atau sebaliknya, hotel ke venue, serta aktivitas di venue. Sasarannya adalah para atlet, official, panitia pelaksana, dan penonton," katanya.

Kedua, Dewi mengatakan pihaknya akan membagikan masker, melakukan sosialisasi soal pentingnya 3M dan vaksinasi. Nantinya, kegiatan ini akan dilakukan bersama para Satgas Papua, relawan, dan duta perubahan perilaku. Ketiga, pihaknya juga akan membagikan masker, hand sanitiser, hingga rompi ke petugas Satgas.

"Kemudian juga ada kegiatan pembagian masker, edukasi, sosialisasi 3M dan vaksinasi. Kami akan membagikan masker melalui gerai. Dalam kegiatan ini kamu akan melibatkan Satgas Papua, relawan, dan duta perubahan perilaku. Di mana mereka akan bergerak dahulu, jadi tim kami akan ke daerah lebih dulu untuk berkoordinasi dengan pejabat dan ketua KONI di daerah," ungkapnya.

"Kegiatan selanjutnya adalah menyediakan masker, hand sanitizer, dan rompi untuk petugas yang terlibat," sambungnya.

Selanjutnya, Dewi menyebut pihaknya juga akan memberikan dukungan berupa 5 alat PCR. Hal ini dilakukan guna menghindari penumpukan pemeriksaan atlet saat kembali ke daerahnya. Mengingat Papua hingga kini masih memiliki alat PCR yang terbatas.

"Kemudian yang keempat adalah kita akan berkoordinasi dengan Kemenkes untuk memberikan dukungan PCR. Dan PCR ini sudah sampai di lokas. Nanti kita koordinasi dengan Kemenkes, bagaimana untuk memenuhi kebutuhan PCR selama PON XX Papua. Kami akan membantu penyediaan alat, sementara syarat dan administrasi akan koordinasi dengan Kemenkes dan Dinkes Papua," katanya.

"Dan yang kelima, kami selaku Satgas akan mengkoordinir semua kegiatan yang terlibat dengan prokes di bawah Satgas," imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Bidang Koordinasi Relawan Satgas COVID-19, Andre Rahadian menyampaikan bersama BNPB pihaknya akan lebih meningkatkan sosialisasi prokes. Mengingat perhelatan PON XX Papua mendapat respons dan antusias besar dari masyarakat sekitar. Menurutnya, euforia ini perlu diantisipasi agar tidak menimbulkan klaster penularan.

"Kita yang pertama kali akan sosialisasi protokol kesehatan karena kita bergerak di sekitar venue, di luar kegiatan olahraga. Namun karena antusiasme masyarakat Papua dan atlet tinggi, saya rasa ini merupakan kesempatan Satgas COVID-19 dan BNPB terkait penanganan COVID-19," katanya.

Dalam pelaksanaanya, Andre menyebut akan melibatkan sebanyak 500 relawan yang berasal dari masyarakat, alumni universitas, hingga organisasi massa di Papua.

"Dari relawan kita akan butuh 500 relawan untuk membantu para Satpol PP, KONI, maupun panitia PON untuk mengkondisikan masyarakat di sekitar venue. Makanya kita memerlukan waktu 1-2 hari sebelum (PON XX) untuk menyampaikan protokol internal bagi setiap relawan bagaimana mereka berhadapan dengan masyarakat, menjaga jarak, dan lainnya," pungkasnya.

(akn/ega)