Menteri LHK Akan Bawa Aplikasi ASAP Polri Jadi Percontohan di Tingkat Dunia

Karin Nur Secha - detikNews
Rabu, 15 Sep 2021 14:58 WIB
Jumpa pers usai launching Aplikasi Sistem Analisa Pengendalian (ASAP) Digital Nasional
Jumpa pers usai launching Aplikasi Sistem Analisa Pengendalian (ASAP) Digital Nasional (Foto: dok ist)
Jakarta -

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo resmi meluncurkan Aplikasi Sistem Analisa Pengendalian (ASAP) Digital Nasional untuk mempercepat penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya mengapresiasi hal ini.

Tidak hanya mengapresiasi, Siti menyatakan aplikasi ASAP Polri ini bakal dibawa ke tingkat dunia untuk dijadikan showcase atau percontohan. Aplikasi ASAP akan dipamerkan di Conference of Parties (COP) ke-26 United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) di Glasgow, Inggris.

"Saya mengusulkan kepada Kapolri untuk ini menjadi showcase, sehingga perubahan iklim yang akan digelar di Glasgow, 30 Oktober sampai 12 November. Ini juga menjadi contoh terus terang diskusi tentang kebakaran hutan dan lahan di ASEAN maupun di Uni Eropa itu sudah terus dilakukan dan Indonesia menjadi contoh yang baik," kata Siti.

Pernyataan tersebut disampaikan Siti dalam jumpa pers usai launching ASAP Digital Nasional di Gedung Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (15/9/2021). Hadir pula dalam acara ini, Mendagri Tito Karnavian dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.

Siti menyebut aplikasi ASAP yang diluncurkan Polri merupakan salah satu sistem analisis digital yang sangat penting bagi agenda nasional terkait dengan penanganan dan pencegahan karhutla.

"Ini adalah langkah yang sangat luar biasa karena bisa permanen untuk kelembagaan. Jadi kalau liat sistemnya tadi maka secara kelembagaan dari tingkat tapak terus bertingkat sampai ke level nasional itu sangat penting artinya untuk Indonesia bagi kita ini suatu kebanggaan dan membuktikan karhutla ditangani sangat serius," ujar Siti.

Menurut Siti, dampak karhutla sangat merugikan bagi Indonesia mengingat sebetulnya menyumbang emisi karbon paling besar di kerusakan atmosfer akibat perubahan iklim.

"Sebagai gambaran adalah kira-kira kalau karbonnya itu 900 juta yang rusak itu kira-kira 486 juta asalnya itu dari karhutla jadi 50% lebih dan ini bisa kami tangani dengan baik," ucap Siti.

Karena itu, Siti menyatakan bahwa ASAP adalah sistem yang sangat baik secara kelembagaan. Menurutnya, hal itu menolong dan membuat kebanggaan bagi Indonesia. Pasalnya, Indonesia telah dijadikan contoh oleh beberapa negara lain terkait penanggulangan karhutla.

Launching ASAP Digital NasionalLaunching ASAP Digital Nasional (Foto: dok ist)

"Beberapa negara itu belajar dari Indonesia, jadi saya kira apa yang dilakukan oleh Indonesia sendiri di dunia secara nasionalis itu memang banyak hal yang cukup membanggakan," tutur Siti.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo resmi melaunching atau meluncurkan Aplikasi Sistem Analisa Pengendalian (ASAP) Digital Nasional untuk mempercepat penanggulangan karhutla.

Sigit mengungkapkan ASAP digital nasional ini nantinya bakal berintegrasi dengan aplikasi penanganan karhutla, yang dimiliki oleh Kementerian-Lembaga (K/L), BUMN dan Polda Jajaran. Sehingga, kata Sigit, hal itu dapat mempercepat pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan.

"Baru saja kami sama-sama melaksanakan launching aplikasi ASAP digital nasional. Dimana sebenarnya aplikasi ini menggabungkan seluruh potensi yang ada di kementerian-kementerian, di BUMN untuk kami satukan menjadi satu sistem pengawasan dalam rangka pencegahan dan penanggulangan karhutla secara lebih cepat," kata Sigit.

Lihat juga video 'Upaya Cegah Karhutla, Kapolri Luncurkan Aplikasi ASAP Digital':

[Gambas:Video 20detik]



(hri/hri)