Pesawat Rimbun Air Jatuh di Papua, Ini 5 Fakta Terbarunya

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 15 Sep 2021 14:39 WIB
Pesawat Rimbun Air Jatuh di Papua, Ini 5 Fakta Terbarunya
Pesawat Rimbun Air Jatuh di Papua, Ini 5 Fakta Terbarunya -- kondisi pesawat Rimbun Air yang ditemukan hancur di Gunung Wabu. (Foto: dok. istimewa)
Jakarta -

Pesawat Rimbun Air PK-OTW jatuh dan hancur di Gunung Wabu, Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua. Pesawat yang terbang dari Nabire tersebut kini sedang dalam upaya evakuasi.

"Pada hari Rabu tanggal 15 September 2021 Pukul 07.37 WIT telah terjadi insiden Hilang Kontak Pesawat Rimbun Air PK-OTW di Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, dari Kabupaten Nabire," ujar Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Mustofa Kamal dalam keterangannya, Rabu (15/9/2021).

Diketahui pesawat tujuan Sugapa itu hilang kontak tadi pagi waktu setempat. Kini pesawat sudah ditemukan dalam kondisi terbakar dan hancur di ketinggian 400 meter di Gunung Wabu.

detikcom merangkumkan fakta-fakta terkait pesawat perintis Rimbun Air yang jatuh berikut ini:

Rimbun Air Hilang Kontak Pascaterbang dari Nabire

Pesawat perintis maskapai Rimbun Air pertama kali dilaporkan hilang kontak di kawasan Bandara Sugapa Papua. Saat itu pesawat terbang dari Nabire.

"Benar, hilang kontak, di kawasan Sugapa, tadi pagi terbang dari Nabire, data masih di kumpulkan," kata Kepala UPBU Nabire Muhammad Navik kepada detikcom, Rabu (15/9/2021).

Pesawat Rimbun Air kargo seri Twin Otter 300 PK-OTW itu terbang dari Bandara Nabire pukul 06.40 WIT. Juru Bicara Kemenhub, Adita Irawati, menyebut kontak terakhir pilot dengan petugas Airnav Sugapa terjadi pukul 07.37 WIT, sekitar 1 jam usai terbang.

Rimbun Air Tak Bawa Penumpang

Kepala Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Nabire, Muhammad Navik, mengatakan tidak ada penumpang dalam pesawat tersebut. Pesawat Rimbun Air membawa bahan sembako dan barang kargo bahan bangunan lainnya milik Yonif 521/DY yang bertugas di Kabupaten Intan Jaya.

"Informasi yang kami terima seperti itu, ini pesawat kargo dan tidak ada penumpang," ungkap Navik.

Dalam pesawat tersebut, terdapat 3 kru, masing-masing Mirza sebagai pilot, Fajar sebagai kopilot, dan Iswahyudi selaku teknisi.

Rimbun Air Sempat Pancarkan Sinyal Emergency

Pesawat Rimbun Air sudah memancarkan sinyal Emergency Locator Transmitter (ELT). Hal ini terjadi setelah pesawat hilang kontak.

"Sejam yang lalu, emergency signal sudah dipancarkan oleh Rimbun Air, kita masih melakukan pemetaan," kata Navik via telepon.

Rimbun Air Batal Landing

Yonif Mekanis 521/DY dari Pos Intan Jaya Satgas Pamrahwan Yonif Mekanis 521/DY Mayor Inf Edi Dipramono mengungkapkan, pada pukul 07.22 WIT, terlihat pesawat Cargo Rimbun Air Seri 300 PK OTW akan mendarat. Namun karena cuaca berkabut, pesawat batal landing.

Pesawat kemudian berusaha naik mengambil arah kiri bandara. Setelah itu, terdengar suara keras oleh pihak bandara yang berada di landasan. Diduga pesawat jatuh usai menabrak gunung.

"Kemudian terdengar suara seperti pohon jatuh yang sangat keras oleh pihak bandara yang berada di landasan. Diindikasi pesawat tersebut menabrak gunung," ujar Edi.

Selanjutnya soal fakta terbaru jatuhnya pesawat Rimbun Air bisa dicek di halaman selanjutnya.