KPK Perkuat Kerja Sama Pemberantasan Korupsi dengan Kedubes Swiss

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Rabu, 15 Sep 2021 13:47 WIB
KPK Perkuat Kerja Sama Pemberantasan Korupsi dengan Kedubes Swiss
Foto: KPK Perkuat Kerja Sama dengan Kedubes Swiss (Azhar-detikcom)
Jakarta -

Ketua KPK Firli Bahuri bersama pimpinan lainnya menerima rombongan Kedutaan Besar (Kedubes) Swiss di Gedung Merah Putih KPK hari ini. Hal itu bertujuan untuk memperkuat kerja sama dalam pemberantasan korupsi.

Plt Juru Bicara KPK Ipi Maryati mengatakan pertemuan tersebut dilaksanakan pukul 10.00 WIB, Rabu (15/8/2021). Hadir di antaranya Duta Besar Swiss untuk Indonesia Kurt Kunz, Wakil Duta Besar Philippe Strub, Deputy Head of Development Cooperation (SECO) Andrea Zbinden, dan Political and Economic Officer Desak Putu Sinta Suryani.

"Selain itu, courtesy call antara Duta Besar Swiss dengan Pimpinan KPK ini juga dimaksudkan untuk berkenalan dengan Pimpinan KPK dan menindaklanjuti pembahasan yang telah dilakukan KPK sebelumnya dengan Kedutaan Besar Swiss pada 2019," ujar Ipi.

Ipi mengatakan sebelumnya pada April 2019 KPK telah menerima kunjungan Dubes Swiss dan membangun komunikasi terkait isu-isu pencegahan dan penindakan korupsi. Isu itu khususnya terkait informasi tentang lembaga yang berwenang melakukan penanganan korupsi di Swiss dan ahli atau praktisi antikorupsi untuk berbagi pengalaman terkait berbagai isu penindakan.

Di antaranya teknik penyidikan kejahatan keuangan modern, termasuk penyidikan kasus korupsi yang melibatkan transaksi keuangan di luar negeri, kemudian mendeteksi dan menyelidiki fraud di perbankan dan lembaga keuangan. Selanjutnya mendeteksi dan menginvestigasi fraud di pasar modal dan kerja sama penanganan penyidikan korupsi lintas batas dan saling membantu hukum dalam perkara pidana.

"Dalam kesempatan ini kedua pihak juga mendiskusikan beberapa topik terkait fokus dan prioritas KPK serta tantangan pemberantasan korupsi di Indonesia," ujarnya.

Lebih lanjut, KPK, kata Ipi menyampaikan apresiasi atas dukungan Swiss dalam peningkatan kapasitas pegawai KPK. Pada tahun 2018, Swiss melalui lembaga International Center of Asset Recovery (ICAR) telah memberikan 7 pelatihan tentang investigasi keuangan dan pemulihan aset, pencucian uang menggunakan bitcoin, penyalahgunaan perusahaan offshores, serta korupsi pada bidang infrastruktur dan pengadaan.

"Potensi peningkatan kerja sama antara Indonesia dan Swiss didasarkan pada perjanjian tentang Bantuan Hukum Timbal Balik dalam Masalah Pidana antara Pemerintah Indonesia dan Konfederasi Swiss yang ditandatangani pada tahun 2019," katanya.

Ipi mengatakan perjanjian tersebut dapat menjadi dasar untuk saling membantu sebagai aparat penegak hukum.

"Sehingga, aparat penegak hukum seperti KPK dapat menggunakan perjanjian ini sebagai dasar untuk mengirimkan permintaan bantuan hukum timbal balik kepada negara Swiss jika diperlukan," katanya.

(dwia/dwia)