Sosok Edward Soeryadjaya Tersangka Baru Skandal ASABRI

Tim Detikcom - detikNews
Rabu, 15 Sep 2021 13:40 WIB
Edward Soeryadjaya
Edward Soeryadjaya (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Edward Soeryadjaya dijerat Kejaksaan Agung (Kejagung) sebagai tersangka anyar skandal ASABRI. Sosok Edward Soeryadjaya sendiri saat ini masih berada di balik sel penjara terkait perkara korupsi dana pensiun Pertamina.

Ditelusuri detikcom, Rabu (15/9/2021), Edward Soeryadjaya diketahui sebagai putra dari William Soeryadjaya yang dikenal sebagai pendiri Astra Internasional. Edward Soeryadjaya yang lahir di Amsterdam pada 21 Mei 1948 diketahui mendirikan Bank Summa pada era Orde Baru. Namun bisnisnya itu ditutup oleh Bank Indonesia pada 14 Desember 1992.

Setelah reformasi, Edward mencoba mencari peruntungan membangun monorel lewat bendera Ortus Holdings. Namun proyeknya kembali kandas.

Kisah Edward Soeryadjaya pun kerap bersinggungan dengan perkara hukum hingga tokoh-tokoh publik. Tercatat Edward Soeryadjaya pernah berseteru dengan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok hingga Sandiaga Uno.

Berikut deretan kontroversi yang berkaitan dengan Edward Soeryadjaya:

1. Seteru dengan Ahok

Kisah bermula di tahun 2014 saat PT Jakarta Monorail (PT JM) menggandeng 2 investor yaitu China Communication Construction Ltd dari China dan SMRT asal Singapura. Kedua perusahaan ini berada dalam naungan Ortus Holding milik Edward Soeryadjaya.

PT JM mengaku mengantongi dana segar Rp 25 triliun untuk pembangunan proyek monorel di Jakarta. Saat itu Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menjabat sebagai pelaksana tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta sebab Joko Widodo (Jokowi) tengah mencalonkan diri dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014.

Ahok mengusulkan agar PT JM memberikan jaminan 5 persen dari total nilai proyek. Usulan jaminan ini merupakan salah satu klausul tambahan yang diajukan Pemprov DKI dalam penyesuaian perjanjian kerja sama proyek monorel.

Jaminan ini sebagai bukti dana segar yang dimiliki PT JM. Namun PT JM enggan memberikannya sehingga terjadilah kisruh monorel itu.

Lalu sekitar Juni 2014, Edward Soeryadjaya menyambangi Ahok di Balai Kota DKI Jakarta untuk membahas kisruh monorel. Usai pertemuan, Ahok membeberkan perbincangannya dengan Edward Soeryadjaya.

Ahok menyebut Edward Soeryadjaya tidak banyak bicara soal masalah ini. Buntutnya, hubungan Ahok dengan Edward Soeryadjaya kala itu dinilai tidak akur.

"Kita juga minta jaminan bank 5 persen. Kan kamu mau bangun triliunan, buktikan dong uang kamu di mana. Kalau nggak ada duit, berarti bohong dong. Masak, mau bangun tapi 1 perak duit aja nggak ada," kata Ahok.

Selengkapnya di halaman berikutnya.