Medan Masih PPKM Level 4, Bobby Ungkap Ada Kesalahan Data Kasus Aktif

Datuk Haris Molana - detikNews
Selasa, 14 Sep 2021 21:10 WIB
Wali Kota Medan, Bobby Nasution
Bobby Nasution (Datuk Haris/detikcom)
Medan -

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa Kota Medan belum bisa turun dari PPKM Level 4. Wali Kota Medan Bobby Nasution mengatakan ada kesalahan data kasus aktif Corona, sehingga dia berharap Medan bisa turun level PPKM.

"Kemarin kita sudah rapat dengan provinsi, sudah kita perbaiki datanya karena mungkin pengumuman hari ini, kita rapat bersama provinsi kemarin, makanya baru hari ini kita masukkan. Sudah kita perbaiki dan sudah kita informasikan ke provinsi juga," kata Bobby Nasution kepada wartawan, Selasa (14/9/2021).

Bobby menyebut hari ini data kasus aktif di Medan berkisar 1.500 kasus. Jumlah ini sangat berbeda signifikan yang sempat disebut mencapai 7.000 lebih.

"Jadi kasus aktif kita hari ini ada 1.500, dari yang sebelumnya itu 7.077. Hari ini sudah kita perbaiki, jadi 1.500-an yang terkonfirmasi aktif," ucap Bobby.

Bobby juga mengaku dia juga sudah melakukan pertemuan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi. Bobby pun menyebut soal pendataan sudah selesai dan tinggal melaporkan ke pihak Kementerian.

"Dengan Pemprov Sumut tadi sudah, sudah koordinasi, berbicara tentang pendataan juga sudah oke, tinggal kita laporkan saja ke Kementerian Kesehatan. Jadi Kementerian Kesehatan baru ke Kemenko," ucap Bobby.

Bobby pun yakin Kota Medan bakal turun level. Dia menunggu informasi lebih lanjut dari pihak kementerian kapan penurunan level PPKM itu di Medan.

"Kalau sesuai yang disampaikan Pak Menko kemarin, setelah kita memperbaiki data jumlah kasus aktifnya sudah menurun, mudah-mudahan turun ke level 3, atau level 2 mudah-mudahan, kita menunggu lah," sebut Bobby.

Sebelumnya, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan ada dua provinsi yang turun status dari PPKM level 4. Kini, tak ada lagi provinsi dengan status PPKM level 4 di luar Jawa-Bali.

"Kalau kita lihat secara provinsi terjadi penurunan dari level 4, yaitu dari dua provinsi menjadi tidak ada di level 4. Kemudian level 3 dari 22 menjadi 16, dan di level 2 dari tiga menjadi 11 provinsi," ucap Airlangga dalam konferensi pers virtual, Senin (13/9).