MUI: Playboy Terbit, Indonesia Surga Pornografi
Jumat, 07 Apr 2006 07:29 WIB
Jakarta - Indonesia merupakan negara kedua di Asia yang memiliki lisensi penerbitan majalah Playboy. Dengan beredarnya majalah ini, maklum saja Indonesia disebut surga pornografi. Demikian disampaikan salah seorang Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Amidan ketika dihubungi detikcom melalui sambungan telepon, Jumat (7/4/2006).Menurut Amidan, sikap MUI merujuk pada pernyataan pemerintah yang disampaikan oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan Mutia Hatta beberapa waktu lalu yang menolak penerbitan majalah berlogo kelinci bertuxedo itu.Apakah MUI akan tetap menolak meski isi majalah tidak porno?"Walaupun isinya biasa saja tapi nama majalahnya itu sudah dikenal sebagai ikon pornografi. Akan menjadi racun kalau tetap dibiarkan. Jangan-jangan ada taktik dibalik isinya yang dibilang biasa tapi nama tetap Playboy," cetus Amidan.Menurut Amidan dengan adanya Playboy Indonesia, maka telah terjadi fotocopy masyarakat yang sangat liberal pada masyarakat Indonesia. Karena itu pemerintah pusat dan daerah harus mampu mencegah dan menolak penerbitan majalah sehingga tidak sampai ke tangan masyarakat secara damai. MUI sendiri akan membantu upaya itu dengan cara terus menerus melakukan sosialisasi kepada umat. Sebab membaca dan menyentuh majalah semacam itu adalah haram.Majalah seharga Rp 39 ribu (khusus Jawa) ini siap diedarkan di toko-toko buku dan eceran kaki lima. Beberapa titik penjual toko buku dan eceran bisa menjadi sasaran nikmat memburu majalah ini. 100 Ribu eksemplar Playboy akan dikemas dalam sebuah bungkusan yang bergambar sama dengan gambar sampul depan dengan jilid pada bagian belakang. Sehingga, majalah ini tidak dapat dibuka tanpa membeli. Inipun untuk memperkecil kemungkinan dibaca oleh anak-anak. Majalah yang diterbitkan oleh PT Velvet Silver Media sekaligus pemegang lisensi Playboy di Indonesia ini, pada awal investasi terkerahkan sekitar Rp 3-4 miliar. Selanjutnya, majalah ini akan terbit pada minggu pertama setiap awal bulan.
(wiq/)











































