Kimia Farma Pecat Pegawainya yang Ditangkap Densus 88!

Fajar Pratama - detikNews
Selasa, 14 Sep 2021 12:59 WIB
Munculnya pilihan vaksin COVID-19 berbayar menuai kontroversi di kalangan masyarakat. PT Kimia Farma TBK pun kemudian menunda pelaksanaan vaksinasi berbayar.
Logo Kimia Farma (Foto: ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)
Jakarta -

Pria berinisial S, yang diketahui merupakan pegawai PT Kimia Farma Tbk, ditangkap Tim Detasemen Khusus 88 Antiteror terkait terorisme. PT Kimia Farma Tbk pun mengambil tindakan tegas dengan memecat S.

"Clear, kita sidang, kita memutuskan untuk kita pecat, yang bersangkutan juga sudah kita berhentikan," ujar Direktur Umum & Human Capital PT Kimia Farma, Dharma Syahputra, kepada wartawan, Selasa (14/9/2021).

Dharma menyebut terorisme dan radikalisme merupakan hal yang sangat serius. Hal itu bertentangan dengan pengembangan karakter pegawai PT Kimia Farma Tbk.

"Itu merugikan perusahaan merusak citra perusahaan, itu merupakan hal yang sifatnya sangat serius," kata Dharma.

"Upaya penanganan radikalisme dan terorisme adalah hal yang serius. Kita memang di dalam program pengembangan karakter karyawan itu masuk program pertama kita dalam pembentukan karakter," jelasnya.

Diketahui, S ditangkap dalam rangkaian operasi Densus 88 Antiteror, di Jalan Harkit Raya, Bekasi Utara, Kota Bekasi, pada Jumat (10/9) lalu. Di hari yang sama, tim Densus 88 juga menangkap 3 terduga teroris lainnya, yakni MEK di Bekasi; SH di Grogol Petamburan, Jakbar; dan Thoriquddin alias Abu Sursydan di Bekasi Utara.

S sendiri disebut terlibat dalam dugaan pengumpulan dana kelompok Jamaah Islamiyah (JI). S tergabung dalam Perisai Nusantara Esa, yang merupakan sayap organisasi Jamaah Islamiyah dalam bidang advokasi.

Simak video 'Polri: Pegawai Kimia Farma yang Ditangkap Densus Tak Terkait Profesi':

[Gambas:Video 20detik]



(isa/fjp)