Kasus Aktif COVID di Bawah 100 Ribu, Airlangga: Masyarakat Jangan Euforia

Eqqi Syahputra - detikNews
Selasa, 14 Sep 2021 12:18 WIB
Airlangga Hartarto
Foto: dok. Golkar
Jakarta -

Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) melaporkan kasus aktif nasional sebanyak 99.696 kasus per Senin (13/9). Adapun distribusinya ada di Jawa-Bali sebesar 41,18% dan luar Jawa-Bali sebesar 58,82%.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengungkapkan sejak awal PPKM leveling (data 9 Agustus - 1 September), jumlah kasus aktif di luar Jawa - Bali tercatat menurun. Penurunan tertinggi terjadi di wilayah Nusa Tenggara sebesar - 82,98%, disusul Sulawesi sebesar -75,97%, Kalimantan sebesar -75,91%, Sumatera sebesar -70,40%, dan Maluku-Papua sebesar -53,75%.

"Momentum penurunan kasus sampai kasus di bawah 100 ribu ini harus terus dijaga. Masyarakat jangan euforia karena angka kasus turun, karena varian Delta dan pandemi COVID-19 yang tidak mudah diprediksi. Sejalan dengan itu, Pemerintah pun berusaha terus mencegah masuknya varian baru baik melalui jalur udara, laut dan darat. Koordinasi antar K/L akan terus ditingkatkan. Presiden juga meminta pos-pos perbatasan lebih diperketat," ujar Airlangga dalam keterangan tertulis, Selasa (14/9/2021).

Dalam Konferensi Pers Update PPKM secara virtual, di Jakarta, Senin (13/9), Airlangga juga mengungkap tingkat kesembuhan atau Recovery Rate (RR) secara nasional mencapai 94,27%, lebih baik dari RR Global yang tercatat sebesar 89,59%. Sementara RR di Jawa-Bali sebesar 95,06% dan luar Jawa-Bali sebesar 92,63%. Sedangkan Tingkat Kematian atau Case Fatality Rate (CFR) Nasional sebesar 3,34%, masih lebih tinggi dari CFR Global yang tercatat sebesar 2,06%. Sementara CFR Jawa-Bali sebesar 3,48% dan luar Jawa-Bali sebesar 3,04%.

Selain itu, Airlangga menegaskan PPKM luar Jawa-Bali yang masih berlangsung sampai 20 September 2021 mendatang harus tetap dijalankan dengan baik sesuai aturan Inmendagri yang berlaku pada masing-masing wilayah sesuai levelnya. Namun, untuk memastikan penurunan jumlah kasus aktif, maka setiap daerah sangat perlu untuk memperbarui (update) status kasus COVID-19, terutama untuk kasus yang sudah melebihi 21 hari.

Melihat capaian vaksinasi per 12 September 2021, total vaksinasi dosis 1 tercatat telah diberikan untuk 72,9 juta penduduk atau 35,09% dari angka rata-rata nasional. Untuk 27 provinsi di luar Jawa-Bali sebanyak 4 provinsi sudah mencapai target vaksinasi di atas rata-rata nasional yakni Kep. Riau, Sulawesi Utara, Jambi, dan Bangka Belitung. Sementara itu, untuk 23 Kabupaten/Kota PPKM Level 4 di luar Jawa-Bali, terdapat 12 Kabupaten/Kota yang memiliki capaian vaksinasi di atas rata-rata nasional, dan 11 Kabupaten/Kota masih di bawah rata-rata nasional yakni Kab. Aceh Tamiang, Kab. Aceh Besar, Kab. Bangka, Kota Padang, Kab. Mandailing Natal, Kab. Kotabaru, Kab. Kutai Kartanegara, Kota Tarakan, Kab. Poso, Kab. Bolaang Mongondow, dan Kota Kupang.

"Vaksinasi masih perlu untuk terus didorong lajunya guna mengejar transisi dari Pandemi menjadi Endemi. Segera habiskan stok vaksin di daerah, yang saat ini masih ada sekitar 41 juta dosis vaksin di seluruh daerah di Indonesia. Sesuai arahan Presiden agar segera digunakan untuk vaksinasi Dosis 1 terlebih dahulu. Distribusi vaksin ke depannya juga akan difokuskan kepada Provinsi dan Kabupaten/Kota yang capaian vaksinasinya masih di bawah 20%," tutur Airlangga.

Seluruh provinsi di Indonesia diharapkan sudah berada pada PPKM Level 2 pada November 2021 dengan target cakupan vaksinasi mencapai 74%, sehingga dapat mulai dilakukan pembukaan New Normal dengan kriteria CFR ± 2%, Kasus Aktif ± 100 ribu, dan Positivity Rate <5%.

Turut hadir dalam Konferensi Pers tersebut yakni Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, dan Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin.

(akn/ega)