Pencuri Spesialis Ruko Didor Polisi
Jumat, 07 Apr 2006 00:12 WIB
Jakarta - Bukan hanya dokter yang punya spesialisasi di bidang tertentu, pencuri pun memiliki hal yang sama. Buktinya, Polda menangkap 4 orang pencuri spesialis rumah toko (ruko) yang telah berkali-kali melakukan aksinya. Bahkan, 2 Orang terpaksa ditembak karena melawan petugas. 4 Orang pencuri ini adalah Sumarno alias Negro, Asmat Gusjeheri alias Agus Kapal,Pujiyanto alias Puji dan Slamet Riyadi alias Momo. Mereka berempat ditangkap kemarin malam oleh Reserse Mobil (Resmob) Polda Metro Jaya.Sebelum melakukan aksinya empat sekawan ini bertemu di tempat mangkal mereka di Jalan Kebon Nanas, Jakarta Timur pada pukul 01.00 WIB. Setelah berkumpul, mereka akan mencari sasaran Ruko yang tidak ada penjaganya atau penghuninya di daerah Cibitung, Cibinong, Bekasi dan Bogor."Mereka mengunakan Mobil Daihatsu Espas warna silver untuk pemantauan tersebut," kata Direktur Kriminal Umum, M Jaelani di Polda Metro Jaya, Jalan Gatot Subroto, Kamis (6/4/2006).Setelah menemukan ruko yang sesuai, mereka akan menggunting gembok ruko tersebut dengan mengunakan gunting baja ukuran besar. Kemudian mereka akan mencongkel dengan paksa rolling door dan langsung mengasak ruko tersebut.Kalau ada orang atau penjaga yang berada di ruko tersebut kelompok ini akan mengancam penjaga itu dengan mengunakan samurai yang telah mereka siapkan. Ruko yang telah menjadi korban kawanan pencuri ini adalah milik PT Fanindo Chiptronik di kawasan MM 2100 Ruko Mall Blok C No. 7, Desa Gandamekar, Cikarang Barat, Bekasi. Ruko ini dibobol pada 27 Desember 2005 pada sekitar jam 04.00 WIB. Selain itu juga ada kantor pengacara dan konsultan hukum di daerah Tambun yang mereka bobol pada 4 April 2006 sekitar pukul 04.00 WIB."Kami juga masih menyelidiki beberapa tempat lain yang pernah mereka curi," imbuh Jaelani.Polisi mengamankan 15 buah gear set sepeda motor Yamaha, 7 buah shok breaker sepeda motor Yamaha, 1 buah tv 21 inci dan barang-barang lainnya. Keempat orang ini ditangkap di tempat yang terpisah. Sumarno dam Asmat ditangkap di daerah Cipinang , Jakarta Timur. Mereka berdua terpaksa di tempak di kakinya kareana mereka malawan petugas. Sumarno ditembak di betis kaki sebelah kanan, sedangkan Asmat ditembak di betis kaki sebelah kiri Sedangkan Puji dan Slamet ditangkap di daerah Halim.
(wiq/)











































