Ketua DPD: PLBN Harus Dimanfaatkan untuk Dorong Kemajuan Ekonomi

Khoirul Anam - detikNews
Senin, 13 Sep 2021 21:46 WIB
DPD RI
Foto: dok. DPD RI
Jakarta -

Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, berharap pemerintah membuat langkah konkret dalam memajukan perekonomian di kawasan perbatasan. Hal ini disampaikan LaNyalla seiring dengan dibangunnya Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Sota, Merauke, Papua.

"Keberadaan Pos Lintas Batas Negara harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk mendorong kemajuan ekonomi, meningkatkan taraf hidup, dan kesejahteraan masyarakat sekitarnya," kata LaNyalla dalam keterangan tertulis, Senin (13/9/2021).

Menurut Mantan Ketua Umum PSSI itu diperlukan kerja sama antara Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), kementerian/lembaga terkait, dan pemerintah daerah untuk mengembangkan sentra-sentra perekonomian baru. Selain itu, diperlukan prioritas pada aktivitas perdagangan, yakni ekspor dan impor.

"Semua pihak terkait harus berperan aktif dalam menumbuhkan serta memajukan perekonomian di kawasan perbatasan. Ke depan diharapkan PLBN akan berkembang sehingga mampu mendukung aktivitas ekspor maupun impor," paparnya.

Dengan diresmikannya PLBN di Sota, Merauke, kata LaNyalla, dapat mengembangkan berbagai potensi sumber daya alam lokal yang memiliki prospek besar seperti sektor pertanian dan peternakan. Menurut dia, jika dipacu dengan optimal, akan menjadi faktor pendorong perekonomian di Merauke dan sekitarnya.

"Apalagi pada tahun 2018 lalu Merauke ditetapkan sebagai daerah lumbung padi nasional. Bahkan sudah mampu ekspor komoditi pertanian antara lain beras, kopra, dan gaharu. Dengan dibangunnya PLBN tentu saja semakin memudahkan alur dan prosedur ekspor," ungkap dia.

Meski demikian, ia mengingatkan untuk tetap mengutamakan sektor keamanan karena daerah perbatasan memiliki risiko kejahatan dan kriminalitas yang tinggi.

"Tak boleh dikesampingkan adalah antisipasi kemungkinan terjadinya tindakan kriminalitas. Meningkatnya mobilitas masyarakat, arus masuk dan keluar, serta aktivitas perekonomian yang terjadi pasti akan mendorong adanya kejahatan," tutur Senator asal Jawa Timur itu.

(prf/ega)