Wartawan Dirampok, Liontin Kenangan Raib

Wartawan Dirampok, Liontin Kenangan Raib

- detikNews
Kamis, 06 Apr 2006 20:02 WIB
Jakarta - Tidak peduli seberapa besar kenangan benda yang kita miliki. Selama benda itu berkilau, pastilah mengundang nafsu.Inilah yang dialami oleh wartawan Voice Of Human Right Astri Rozana Siregar (26). Kemana pun dia pergi, liontin kenangan dari ayahnya berbentuk bulan sabit perak selalu dikenakannya. Benda berkilau seharga Rp 800 ribu dengan permata di muka liontin itu pun raib dirampok. Kejadian naas ini dialaminya ketika Astri sedang berada di Metromini U-07 jurusan Semper-Senen, Kamis siang (6/4/2006). Astri menaiki bis bercat merah ini dari depan rumahnya di daerah Cempaka Putih untuk menuju tempat liputan.Astri pun duduk pada barisan bangku bagian belakang. Ketika memasuki Jalan Letjen Soeprapto, ada dua orang pemuda berumur sekitar 20 tahun menaiki Metromini ini. Penampilan dua orang pemuda itu memang mencurigakan. "Mereka berkulit hitam dan dekil. Satu orang menggunakan kaos warna putih, satunya lagi menggunakan kaos warna hitam", kata Astri ketika dihubungi detikcom melalui telepon gengamnya.Pemuda itu mulai mendekati Astri yang duduk di bangku belakang. Mereka berdiri di depan Astri. Namun mendadak, bis itu mengerem. Pura-pura, pria yang berbaju putih berpegangan pada tiang belakang Metromini. Tapi lengannya menjabret kalung yang ada di leher Astri. Ketika hendak kabur, Astri sempat memergokinya dan memegang tangan pemuda berbaju putih itu."Balikin kalung gue," teriak Astri.Namun, pria itu malah berbalik mengancam, "Diam lo kalau nggak gue bunuh!" Kemudian, dua pemuda itu langsung turun meninggalkan Metromini yang melaju lambat itu. Namun, Astri tetap nekat mengejar kedua pemuda itu. Dia pun mengejar hingga masuk ke sebuah gang kecil di samping Jalan Letjen Soeprapto. Seraya berlari mengejar, Astri berteriak. Sayangnya, teriakannya tak digubris orang sekitar. Lelah mengejar kedua pria misterius itu, Astri melaporkan peristiwa tadi ke Polsek Johar Baru, Jakarta pusat. Dia pun lalu diajak tim Buru Sergap (Buser) Johar Baru mencari perampok tersebut untuk mendatangi tempat-tempat nongkrong preman dan penjahat yang biasa beroprasi di daerah itu. "Mulai dari tempat biliar sampai dengan pos hansip yang biasanya jadi tempat nongkrong penjahat kami datangi," ketus Astri. Dua jam pencarian perampok itu tak juga menuai hasil. Untungnya, polisi menemukan teman se"gank" kedua perampok itu sehingga identitas mereka dapat diketahui."Hasil perampokan itu biasanya langsung di jual di Pasar Tanah Abang dan Pasar Senen," tambah Astri menirukan pengakuan teman se"gank" yang ditemuinya. (wiq/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads