DPR Masih Akan Kunjungi 13 Negara Lagi

DPR Masih Akan Kunjungi 13 Negara Lagi

- detikNews
Kamis, 06 Apr 2006 18:45 WIB
Jakarta - Kunjungan anggota DPR ke Jerman yang banyak mendapat kecaman, ternyata baru satu dari 14 kunjungan yang direncanakan Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR.Ketua BKSAP DPR Abdillah Thoha meminta kepada pers untuk proporsional dalam memberitakan kunjungan anggota DPR ke luar negeri."Kunjungan ke luar negeri itu sangat bermanfaat untuk membangun hubungan antar parlemen dan menambah wawasan," kata Abdillah Thoha dalam konferensi pers di Gedung DPR, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (6/4/2006).Menurut Abdillah, BKSAP adalah alat kelengkapan DPR yang resmi menangani utusan luar negeri untuk menjalin dan membina hubungan persahabatan DPR dengan parlemen negara lain, baik secara bilateral maupun multilateral.Guna mencapai hasil yang optimal, untuk periode 2006-2007, BKSAP membagi lingkup kerjanya ke dalam 4 desk.Pertama, desk IPU dan organisasi international. Kedua, desk IPO, Asia Pasific dan Organisasi Regional. Ketiga, desk bilateral Asia Pasific, Amerika dan PBB. Dan keempat, desk bilateral Eropa, Afrika, Timur Tengah dan OKI.Untuk mengefektifkan peningkatan mutu hubungan kerjasama bilateral, BKSAP membentuk grup kerja sama bilateral (GKSB). Sampai saat ini sejak tahun 1993, telah tercatat 35 GKSB yang telah terbentuk.14 NegaraAnggaran BKSAP pada 2006 sebesar Rp 16 miliar. Anggaran itu akan digunakan untuk program mengirimkan delegasi muhibah DPR. Kemudian juga untuk pengiriman delegasi teknis DPR berdasarkan undangan-undangan konferensi internasional.Selain itu juga untuk membiayai pengiriman delegasi GKSB DPR ke 14 negara. Dari 14 negara yang direncanakan dikunjungi, baru kunjungan ke Jerman yang telah terealisir.Sementara 13 negara yang belum dikunjungi yakni Suriah, Cili, Cina, Rusia, Italia, Prancis, Korea Selatan, Jepang, Venezuela, Yordania, Korea Utara, Slovakia, dan Belgia."Namun dari rencana 14 negara ini belum tentu bisa kita lakukan semua, karena untuk bisa berangkat harus mendapatkan persetujuan parlemen setempat," kata Abdillah.Sementara kunjungan muhibah direncanakan ke 8 negara, antara lain Iran (sudah), Kamboja (sudah), Malaysia, Brunei, Korea Selatan, Aljazair, Libya, Arab Saudi, dan Portugal.Selain melakukan kunjungan, dalam tahun ini BKSAP juga menerima kunjungan delegasi parlemen dari negara-negara lain.AustraliaSementara mengenai kasus permintaan suaka warga Papua, BSKAP tidak akan melakukan kunjungan ke Australia."Sikap pemerintah terhadap Australia, sebagaimana yang disampaikan SBY, yaitu me-review kerjasama RI dan Australia sudah dianggap cukup," kata Abdillah. (iy/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads