Banjir di Wajo Meluas ke 48 Desa, 10.650 Rumah Warga Terdampak

Zulkipli Natsir - detikNews
Senin, 13 Sep 2021 17:08 WIB
Banjir di Kabupaten Wajo, Sulsel meluas ke 48 desa di 6 kecamatan. Banjir menyebkan 10 ribu lebih rumah warga terdampak. (Zulkipli Natsir/detikcom)
Banjir di Kabupaten Wajo, Sulsel meluas ke 48 desa di 6 kecamatan. Banjir menyebkan 10 ribu lebih rumah warga terdampak. (Zulkipli Natsir/detikcom)
Wajo -

Intensitas hujan yang tinggi menyebabkan banjir di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan (Sulsel), meluas. Ada enam kecamatan yang kini terdampak banjir.

"Banjirnya semakin meluas. Dari data yang kami peroleh, kini ada 6 Kecamatan. Dan untuk saat ini, kami masih terus melakukan pendataan," terang Kepala BPBD Kabupaten Wajo, Andi Muslihin, saat dikonfirmasi detikcom, Senin (13/9/2021).

Dari data BPBD Wajo, terdapat 48 desa/ kelurahan di 6 kecamatan tersebut yang terdampak banjir. Keenam kecamatan itu adalah Kecamatan Tempe, Pammana, Sabbangparu, Belawa, Tanasitolo, dan Bola.

Kecamatan Tempe dan Tanasitolo disebutkan menjadi lokasi terparah dari dampak banjir itu.

"Titik terparah untuk saat ini berada di Kecamatan Tempe dan Tanasitolo. Masing-masing daerah yang berada di sekitar aliran sungai," ungkap Muslihin.

Banjir di Kabupaten Wajo, Sulsel meluas ke 48 desa di 6 kecamatan. Banjir menyebkan 10 ribu lebih rumah warga terdampak. (Zulkipli Natsir/detikcom)Keenam kecamatan itu yakni Kecamatan Tempe, Pammana, Sabbangparu, Belawa, Tanasitolo, dan Bola (Zulkipli Natsir/detikcom)

Ketinggian air pun dinyatakan relatif di beberapa titik dan kian meningkat, yakni di kisaran 50-280 cm.

"Ketinggian air di titik terparah bahkan ada yang di atas 3 meter lebih di permukiman warga," tambah Muslihin.

Pihak BPBD menyatakan banjir ini disebabkan faktor cuaca. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat mengakibatkan meluapnya Danau Tempe, Sungai Bila, Sungai Walennae, Sungai Cendranae.

Status Tanggap Darurat Diperpanjang

Kondisi ini kemudian diperparah oleh tingginya debit kiriman air dari kabupaten tetangga. Kondisi ini disebut berlangsung sejak 28 Agustus 2021.

"Sekitar akhir bulan Agustus lalu kembali intensitas hujan meningkat. Belum ada tanda-tanda akan surut hingga saat ini. Faktor cuaca, dengan kondisi hujan, apalagi air kiriman dari kabupaten tetangga yang jatuhnya ke Danau Tempe," kata Muslihin.

Banjir di Kabupaten Wajo, Sulsel meluas ke 48 desa di 6 kecamatan. Banjir menyebkan 10 ribu lebih rumah warga terdampak. (Zulkipli Natsir/detikcom)Pihak BPBD pun menyatakan status tanggap darurat bencana kembali diperpanjang (Zulkipli Natsir/detikcom)

Banjir ini juga menimbulkan dampak pada 43 unit sarana pendidikan, 25 unit sarana ibadah, 23 unit sarana kesehatan, dan 9 perkantoran. Selain itu, 10.650 unit rumah warga terdampak.

Dilaporkan 3.755,5 hektare (ha) sawah dan 3.642,3 hektare kebun juga terendam hingga para petani pun merugi. Selain itu, terhitung sepanjang 50,892 km jalan tergenang banjir.

Pihak BPBD pun menyatakan status tanggap darurat bencana kembali diperpanjang dengan kembali mengaktifkan posko terpadu penanganan banjir. Selain itu, BPBD mengimbau masyarakat yang masih bertahan di rumah di tengah kondisi banjir selalu waspada.

"Status tanggap darurat kembali diperpanjang. Monitoring setiap waktu terus kami lakukan dengan menghimbau masyarakat, apalagi yang rumahnya berada di sekitar aliran sungai dan masih memilih bertahan, untuk selalu waspada dengan kondisi cuaca saat ini," kata Muslihin.

(jbr/jbr)