Ini Alasan Logo BRIN Pakai Warna Merah

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Senin, 13 Sep 2021 15:05 WIB
Logo BRIN (Dok. @brin_Indonesia)
Foto: Logo BRIN (Dok. @brin_Indonesia)

LIPI Hingga Batan Melebur Jadi BRIN

Sebagaimana diketahui, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) resmi berdiri sendiri setelah ada Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek). Sejumlah lembaga akan dilebur ke dalam BRIN.

Hal itu tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 33 Tahun 2021 tentang Badan Riset dan Inovasi Nasional. Aturan itu diundangkan pada 28 April 2021.

Dalam bab VI aturan itu disebutkan bahwa status kelembagaan seperti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), serta Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) akan dilebur ke dalam BRIN.

"LIPI, BPPT, BATAN, dan LAPAN menjadi OPL di lingkungan BRIN," tulis pasal 69 ayat 2 dikutip detikcom, Selasa ( /5/2021).

Megawati Jadi Ketua BRIN

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri ditetapkan menjadi dewan pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyebut keputusan itu sudah tepat.

"Dengan menempatkan BRIN guna mendorong kemajuan Indonesia, maka ketentuan peraturan-perundang-undangan yang menempatkan Ketua Dewan Pengarah BPIP ex officio sebagai Ketua Dewan Pengarah BRIN, merupakan keputusan tepat," kata Hasto dalam keterangan tertulis, Senin (3/5/2021).

Hasto menyebut Megawati adalah ketua umum partai politik (parpol) yang paling konsisten menyuarakan pentingnya ilmu riset dan teknologi. Megawati merupakan penggagas BRIN.

"Ibu Megawati merupakan ketua umum parpol yang paling konsisten menyuarakan pentingnya penguasaan ilmu-ilmu dasar, riset dan inovasi, dan terus memperjuangkan peningkatan anggaran penelitian 5% dari PDB," ujarnya.

"Beliau juga penggagas awal dari BRIN, dengan mengusulkan kepada Presiden Jokowi agar BRIN hadir menjabarkan politik Indonesia Berdikari, dengan memfokuskan diri pada penelitian untuk manusia Indonesia, flora, fauna dan teknologi itu sendiri. Semua dibumikan bagi Tanah Air Indonesia," lanjut Hasto.


(rdp/tor)