KPI Jawab Pengacara Korban Pelecehan soal Hasil Investigasi Internal

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Senin, 13 Sep 2021 14:33 WIB
Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) akan memanggil pihak stasiun televisi yang menyiarkan penyampaian visi misi capres Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto.
Foto: Komisioner KPI Hardly Stefano (Yulida-detikcom).

Janji Hadir di Komnas HAM

Selain itu, Hardly juga berjanji pihaknya akan memenuhi panggilan Komnas HAM. Dia menyebut Pimpinan KPI akan bersikap kooperatif dan memberikan informasi yang diperlukan oleh Komnas HAM.

"Hadir, kami komit hadir, tentu KPI kepemimpinan nya kolektif. Yang pasti dari komisioner apakah ketua, wakil kami akan hadir. Yang pasti yang mau saya sampaikan yang pasti dari pimpinan KPI akan hadir," ucapnya.

Dia mengatakan Sekretariat KPI telah menyiapkan dokumen yang dibutuhkan dalam pengusutan kasus ini. Menurutnya, KPI akan memberi data apapun yang dibutuhkan dalam penanganan kasus.

"Semua info, data apapun yang dibutuhkan dalam proses ini kami sudah minta sekretariat KPI untuk mempersiapkannya dan siapaun yang membutuhkan, selama itu memiliki kewenangan untuk mendapatkan data dan informasi itu KPI akan memberikan," ujarnya.

Sebelumnya, pengacara korban pelecehan seksual dan perundungan sesama pegawai pria di KPI, Mualimin, mempertanyakan investigasi internal soal kasus yang dialami kliennya. Mualimin mempertanyakan apa hasil investigasi itu.

"Kalau memang investigasi, itu hasilnya apa? Kenapa nggak diumumkan?" kata Mualimin saat dihubungi, Senin (13/9).

Mualimin mengatakan pihaknya menerima informasi KPI telah menyerahkan informasi baru ke kepolisian. Meski demikian, dia tetap meminta hasil investigasi internal KPI diumumkan.

Mualimin menyayangkan sikap KPI tidak mengumumkan hasil investigasi internal tersebut. Dia menyebut hal itu menimbulkan kecurigaan.

"Jadi jangan sampai diumumkan investigasinya tapi hasilnya dan kesimpulannya tidak diumumkan. Jadi kita juga bertanya-tanya karena tidak ada data sama sekali yang diberikan kepada kami," ujarnya.

Terlapor Pelecehan diKPI Pertimbangkan Lapor, Ini Respons Komnas HAM


(haf/haf)