4 Kabar PPKM Jawa Bali Terbaru Jelang Pengumuman Pemerintah

Annisa Rizky Fadhila - detikNews
Senin, 13 Sep 2021 14:15 WIB
4 Kabar PPKM Jawa Bali Terbaru Jelang Pengumuman Pemerintah
4 Kabar PPKM Jawa Bali Terbaru Jelang Pengumuman Pemerintah (M Solihin/detikcom)
Jakarta -

Ada beberapa kabar PPKM Jawa-Bali terbaru menjelang pengumuman pemerintah hari ini. Mulai dari Jakarta hingga Jatim, ada berita-berita paling update terkait kondisi saat PPKM.

Seperti diketahui, periode sepekan PPKM Jawa Bali berakhir hari ini, Senin (13/9/2021). Layaknya pekan-pekan sebelumnya, pemerintah akan memberi pengumuman apakah PPKM diperpanjang atau tidak hingga apakah ada penyesuaian aturan.

Selama sepekan PPKM Jawa-Bali terbaru, ada beberapa penyesuaian aturan di antaranya soal tempat wisata. Di sisi lain, aparat juga tetap menindak tegas kerumunan atau lokasi yang melanggar aturan PPKM.

Berikut ini kabar PPKM Jawa Bali terbaru selama sepekan terakhir seperti dirangkum detikcom:

Kabar PPKM Jawa Bali Terbaru dari Jakarta

Kabar terbaru PPKM Jawa Bali di Jakarta adalah soal crowd free night (CFD). Crowd free night di Jakarta digelar pada akhir pekan untuk mengurangi mobilitas masyarakat dan mencegah kerumunan.

"Pertama, kami imbau akan kepatuhan prokes, kedua kita libatkan Satpol PP yang nanti melakukan penindakan ke tempat-tempat umum yang terdapat kerumunan," ujar Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo, Jumat (10/9).

Patrol skala besar dilakukan oleh petugas gabungan, yakni TNI-Polri, Satpol PP, juga Dinas Perhubungan (Dishub). Setidaknya, ada 580 personel yang dikerahkan dalam patrol skala besar.

Sejauh ini, crowd free night di Sudirman-Thamrin, kawasan SCBD, kawasan Asia-Afrika, hingga kawasan Kemang dinilai efektif. Kemungkinan lokasi crowd free night ditambah terbuka.

Kabar PPKM Jawa Bali Terbaru dari Surabaya

Kabar PPKM Jawa Bali terbaru dari Surabaya adalah soal penggerebekan karaoke yang nekat buka. Petugas menggerebek Arjuna Club dan mengamankan enam pengunjung dan tujuh karyawan.

"Total yang terjaring 13 orang dan 1 orang pengelola," ujar Kepala Linmas Pemkot Surabaya Irvan Widyanto kepada detikcom, Minggu (12/9).

Penggerebekan dilakukan oleh tim gabungan polisi, Satpol PP, dan Linmas. Awalnya, petugas mendapat informasi dari tim protokol kesehatan. Saat mengunjungi Arjuna Club, petugas curiga karena ada aktivitas di tempat tersebut.

"Setelah dilakukan penyisiran, hasil pantauan tim prokes untuk kondisi tempat hiburan umum diduga sedang beroperasi karena AC dan listrik menyala," ungkap Irvan.

Akibat pelanggaran selama PPKM Jawa-Bali, petugas langsung menyegel pintu tempat karaoke.

Kabar PPKM Jawa Bali terbaru berikutnya dapat disimak di halaman selanjutnya.