Penjual di Tangerang Ngaku Tak Tahu soal Petasan Dibungkus Kertas Al-Qur'an

Yogi Ernes - detikNews
Senin, 13 Sep 2021 13:27 WIB
Geger lembaran Al-quran untuk petasan di Ciledug, Tangerang
Sobekan Al-Qur'an dari petasan di Tangerang. (Rakha Arlyanto Darmawan/detikcom)
Jakarta -

Polisi kini tengah menyelidiki temuan sobekan kertas bekas petasan yang diduga menggunakan Al-Qur'an di Ciledug, Tangerang. Lima orang saksi kini diperiksa polisi.

Kasubag Humas Polres Metro Tangerang Kota Kompol Abdul Rachim mengatakan kelima saksi itu mulai dari penyelenggara pernikahan hingga penjual petasan tersebut inisial Y (52). Namun, Y mengaku tidak mengetahui petasan yang dijualnya diduga menggunakan kertas Al-Qur'an.

"Ini lagi pada diperiksa ya. Ini harus ditelusuri karena dia (penjual) tidak tahu-menahu, terus di-drop dari mana (petasannya)," kata Rachim saat dihubungi, Senin (13/9/2021).

Selain memeriksa penjual, polisi turut menyita empat gulung petasan dalam toko kelontong milik penjual. Penjual mengaku mendapatkan barang tersebut dari seseorang yang tidak dikenalnya.

"Penjual petasan mengakui mendapatkan petasan dari seorang pedagang yang tidak saksi kenal," katanya.

Hingga kini polisi masih belum menemukan adanya unsur pidana dari temuan tersebut. Sosok pemasok petasan yang diduga menggunakan kertas Al-Qur'an itu kini tengah diselidiki.

"Masih diselidiki. Tim masih bekerja," ujar Rachim.

Viral di Medsos

Sebelumnya, viral di media sosial sebuah video yang menunjukkan sobekan kertas bekas petasan yang terbuat dari Al-Qur'an. Polisi pun turun tangan menelusurinya.

Dalam video itu terlihat sejumlah warga tengah mengais sobekan kertas pembungkus petasan yang sudah hancur. Sobekan kertas yang diduga Al-Qur'an berserakan di tanah.

"Kurang ajar nih. Petasan dari Al-Qur'an," ucap salah seorang dalam video yang beredar itu.

Polisi menerangkan toko yang menjual petasan tersebut diduga berada di wilayah Pondok Aren, Tangerang Selatan. Meski demikian, dia tidak menyebutkan secara detail lokasi toko tersebut.

"Itu belinya di daerah Pondok Aren," terang Abdul Rachim saat dihubungi, Minggu (12/9).

(ygs/mea)