Prabowo Kenang Sosok Sarwo Edhie: Sosok yang Karismatik

Angga Laraspati - detikNews
Minggu, 12 Sep 2021 14:53 WIB
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto memberikan keterangan terkait KRI Nanggala 402 yang mengalami hilang kontak saat konferensi pers di Lanud I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali, Kamis (22/4/2021). Hingga Kamis (22/4) siang, upaya pencarian masih terus dilakukan untuk menemukan kapal selam yang hilang kontak saat melaksanakan latihan penembakan torpedo di perairan utara Bali sejak Rabu (21/4) lalu. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/aww.
Foto: ANTARA FOTO/FIKRI YUSUF
Jakarta -

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto ternyata memiliki kisah mengenai sosok Letnan Jenderal TNI Sarwo Edhie Wibowo. Kisah ini digambarkan Prabowo dalam buku Kepemimpinan Militer 'Catatan dari Pengalaman'.

"Saya kenal pertama dengan Jenderal Sarwo Edhie waktu sebagai Taruna. Waktu itu beliau belum menjabat jadi Gubernur AKABRI, sekarang AKMIL, namun nama beliau sudah sangat terkenal," tulis Prabowo dalam bukunya dikutip Minggu (12/9/2021).

Prabowo juga mengungkapkan Sarwo Edhie ternyata memiliki hubungan dekat dengan Soemitro Djojohadikoesoemo, orang tua Prabowo. Cerita kehebatan Sarwo Edhi pun didapatkan langsung dari sang ayah.

"Pak Sarwo Edhie juga orang yang dekat sama orang tua saya. Sebelum saya formal menjadi anak buahnya Pak Sarwo Edhie, saya pun sudah banyak dengar cerita-cerita tentang Pak Sarwo dari orangtua saya. Bagaimana Pak Sarwo memimpin RPKAD pada saat-saat kritis Oktober 1965," imbuh Prabowo.

"Sosok beliau adalah sosok yang karismatik. Orangnya gagah, ganteng, selalu berpakaian rapi. Ia juga terkenal sebagai orang yang memimpin operasi dari depan. Sebagai komandan RPKAD, ia masih terjun sehingga ia juga menjadi idola mahasiswa, anak muda, dan idola kami perwira-perwira dan taruna-taruna muda," sambungnya.

Prabowo menganggap Sarwo Edhie sebagai orang tuanya di Akademi Angkatan Bersenjata (AKABRI). Prabowo yang sekarang, menurutnya adalah buah hasil dari pengalaman yang diceritakan sang komandan.

"Sebagai orangtua saya di AKABRI, ia sering menceritakan pengalaman-pengalaman beliau. Ia tanamkan kepada kami pada saat itu semangat tidak mau menyerah, semangat patriotisme," imbuhnya.

Prabowo juga mengatakan Sarwo Edhie sempat membuat buku dengan judul 'Hidupku adalah untuk Negara dan Bangsa'. Nilai itulah yang ditanamkan kepada dirinya beserta taruna AKABRI lainnya. Suasana patriotisme dengan nilai-nilai cinta tanah air, bangga terhadap warisan nenek-nenek moyang. Itulah yang ditanamkan oleh Pak Sarwo kepada Prabowo dan taruna lainnya.

Prabowo juga bercerita sesudah Sarwo Edhie berhenti dari dinas aktif, Sarwo Edhie sempat jadi Duta Besar RI untuk Korea Selatan dan sempat jadi Ketua Badan Pembinaan Pendidikan Pelayanan Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (BP7). Ia juga ingat bagaimana Sarwo Edhie tetap mempertahankan sikapnya sebagai prajurit.

"Sebagai prajurit yang terkenal jujur, waktu meninggal pun beliau tidak punya banyak harta. Kebetulan dalam perjalanan hidup beliau sempat menikahkan tiga putrinya kepada tiga lulusan Akademi Militer. Yang pertama dengan Kolonel Infanteri Hadi Utomo, lulusan tahun 70," ungkap Prabowo.

"Yang kedua dengan Jenderal TNI Susilo Bambang Yudhoyono, lulusan tahun 73, yang kemudian menjadi Presiden RI. Yang ketiga dengan Letnan Jenderal TNI Erwin Sudjono, yang kemudian menjadi Panglima Kostrad. Saya pun kenal baik ketiga perwira tersebut," lanjutnya.

Sebagai informasi, sosok Letnan Jenderal TNI Sarwo Edhie Wibowo merupakan Komandan Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD) yang kini dikenal dengan Komandan Pasukan Khusus (Kopassus).

Simak juga 'Membandingkan Elektabilitas Prabowo-Ganjar-Anies di 3 Rilis Survei Capres':

[Gambas:Video 20detik]



(ads/ads)