Baru 3%, Menpora Ingin Cetak Lebih Banyak Wirausaha Muda di RI

Jihaan Khoirunnisa - detikNews
Sabtu, 11 Sep 2021 21:55 WIB
Zainudin Amali
Foto: Syahrul Eqqi
Jakarta -

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora RI) Zainudin Amali mendorong program wirausaha bagi generasi muda. Menurutnya kemajuan bangsa ditentukan oleh kemakmuran masyarakatnya, dan salah satu tolak ukur masyarakat makmur yaitu persentase wirausaha yang ada.

"Bila dibandingkan dengan negara-negara lain, kita masih rendah. Dengan Malaysia saja kita masih tertinggal. Malaysia sudah 5% masyarakatnya yang bergerak di wirausaha, Indonesia baru 3%. Apalagi ke depan kita akan berhadapan dengan bonus demografi, di mana usia produktif akan lebih banyak dari yang sudah tidak produktif," ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (11/9/2021).

Untuk itu, dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru dan Pengukuhan Mahasiswa Baru (PKKMB) 2021 Institut Bisnis & Informatika (IBI) Kosgoro 1957, Amali menekankan pentingnya kesiapan generasi muda agar bisa menciptakan lapangan kerja melalui kewirausahaan. Ia menilai mahasiswa perlu mendapatkan bekal ilmu di samping bekal akademik.

Amali pun mengapresiasi IBI Kosgoro 1957 yang fokus dengan program studi kewirausahaan. Mengingat tuntutan yang ada saat ini, sehingga anak muda harus kreatif dan inovatif agar bisa unggul dalam bersaing.

"IBI Kosgoro 1957 telah menetapkan kewirausahaan sebagai corenya, saya sangat setuju, dengan demikian maka ini menghasilkan lulusan-lulusan para mahasiswa yang menjadi job creator, penyedia lapangan kerja. Kita tidak ingin lulusan IBI Kosgoro 1957 menjadi job seeker, kesana kemari bergantung pada orang lain," tuturnya.

Diungkapkannya ke depan tantangan mahasiswa setelah dia lulus semakin kompleks dan berat. Mereka tidak hanya bersaing dengan lulusan perguruan tinggi dalam negeri, melainkan lulusan hebat dari luar negeri. Dengan adanya mata kuliah kewirausahaan diharapkan menjadi modal yang baik untuk mahasiswa.

"Kita tentu tidak menginginkan lulusan dari kampus kita begitu dia lulus akhirnya kesana kemari membawa ijazah melamar pekerjaan dan saingannya cukup banyak, saingan dari universitas yang ada di Indonesia baik swasta atau perguruan tinggi swasta maupun perguruan tinggi negeri itu lumayan banyak. Dan apalagi kalau sudah kita bicara dengan lulusan perguruan tinggi dari luar negeri. Jadi sudah sangat tepat kalau IBI Kosgoro ini menempatkan kuliah kewirausahaan sebagai mata kuliah wajib," katanya.

Lebih lanjut Amali mengatakan hal tersebut sejalan sejalan dengan 5 program prioritas 2020-2024 yang telah disusun Kemenpora. Salah satunya adalah pemberdayaan pemuda menjadi kreatif, inovatif, mandiri, dan berdaya saing serta menumbuhkan semangat kewirausahaan.

"Kenapa kita memunculkan program prioritas ini, karena kita sadar betul bahwa kemajuan suatu bangsa, salah satu ditentukan oleh tingkat kemakmuran masyarakat. Dan masyarakat yang makmur diukur dari tingkat atau presentasi seberapa besar persentase masyarakatnya yang bergerak di bidang kewirausahaan," jelasnya

Di samping itu, lanjut dia, Indonesia juga akan menghadapi bonus demografi dengan jumlah masyarakat usia produktif lebih banyak dari yang sudah tidak produktif. Oleh karena itu, pendidikan kewirausahaan menjadi penting agar mahasiswa dapat membuka lapangan kerja. Apalagi di masa pandemi seperti saat ini kesempatan kerja semakin sempit.

"Apalagi di saat-saat pandemi seperti sekarang ini yang terkena pemutusan hubungan kerja atau PHK, makin sempit lapangan pekerjaan dan makin banyak pencari kerja. Ini antara supply dan demand itu tidak seimbang," ujarnya.

Sementara itu, Rektor IBI Kosgoro 1957 Dr. Haswan Yunaz mengucapkan terima kasih kepada Zainudin yang telah menyempatkan diri menghadiri PKKMB perguruan tinggi yang dipimpinnya. Ia mengatakan ke depan pihaknya akan terus mendukung program Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) untuk melahirkan wirausahawan muda di Indonesia.

"Kami mendukung program bapak menteri bagaimana melahirkan wirausaha baru yang dibutuhkan untuk pembangunan nasional. Kami mengucapkan terima kasih kepada pak menteri yang telah berhasil menggelorakan kembali semangat generasi muda Indonesia. Tidak hanya di bidang wirausaha, di bidang peran pemuda. Tetapi juga berhasil menggelorakan semangat berolahraga dan prestasi," tukasnya.

(ncm/ega)