Komisi I Usul Bentuk TPF Papua
Kamis, 06 Apr 2006 15:54 WIB
Jakarta - "Gerah" melihat kenekatan anggota DPR ke Australia, Kelompok Kerja (Pokja) Luar Negeri Komisi I DPR mengusulkan agar dibentuk tim yang menginvestigasi insiden di Papua."Kita mengusulkan bentuk TPF dari Komisi I untuk berangkat ke Papuayang dipimpin langsung oleh Mbah Tardjo (Wakil Ketua DPR asal FPDIP Soetardjo Soerjogoeritno)," kata Wakil Ketua Pokja Komisi I DPR AS Hikam.Usulan ini disampaikan Hikam usai bertemu dengan Mbah Tardjo di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Kamis (6/4/2006).Turut hadir Effendi Choirie, Yorris Raweyai, Tristanti Mitayani, Antarini Malik, dan Boy Saul.Menurut Hikam, persoalan kongkretnya ada di Papua, bukan Australia. "Kenapa kita tidak langsung ke akar masalahnya. Yang di Australia itu hanya kulit-kulitnya," cetus mantan Menristek ini.Dikatakan dia, pihaknya akan mengundang Majelis Rakyat Papua (MRP)untuk meminta masukan."Setelah itu kita menjadwalkan memanggil Menko Polhukam, Menlu, dan Kepala BIN untuk mengklarifikasi masalah ini. Baru kita pikirkan apa perlu ke Australia atau tidak. Jadi itu dulu yang kita lakukan, tidak langsung ke Australia," jelas Hikam.Bagaimana dengan anggota yang nekat ke Australia? "Kalau urusan pribadi-pribadi silakan, tetapi harus dengan tanggung jawab pribadi, bukan institusi, karena keputusan rapat komisi sudah jelas menunda dulu. Tatib harus ditegakkan dong," kata dia.Menanggapi hal itu, Mbah Tardjo menyambut baik usulan Komisi I DPR."Kita akan merapatkan kepada pimpinan. Usulan itu tidak bisa saya putuskan sendiri. Keputusan Komisi I sudah baik karena mengundang Menko Polhukam, Menlu, dan Kepala BIN untuk meminta masukan sudah benar," kata politisi gaek ini.
(aan/)











































