Passion vs Kerja? Ini Kisah Fitra Eri Sukses Jalani Keduanya Sekaligus

Erika Dyah - detikNews
Sabtu, 11 Sep 2021 16:37 WIB
cxo media
Foto: CXO Media
Jakarta -

Jurnalis, Car Reviewer, sekaligus Pebalap Mobil, Fitra Eri sudah dikenal kiprahnya dalam dunia otomotif, khususnya seputar mobil di Indonesia. Siapa sangka, pekerjaan yang digelutinya kini justru dulu sempat ditentang oleh orang tua.

Dalam Ngobrol Sore Semaunya Live Instagram bersama BNI Ep. 4, Fitra berbagi kisah awal memulai karier sebagai pebalap. Lulusan Teknik Mesin Universitas Indonesia ini mengaku, justru disarankan orang tua untuk menjadi dokter saat akan meneruskan studi. Kendati demikian, ia yang mengaku telah suka mobil sejak kecil terus berusaha untuk bisa menggeluti passion-nya tersebut.

"Kalau orang suka mobil pasti at some point ingin mencoba balap, karena balap itu di dunia otomotif the ultimatenya. Benar-benar ujian bagi teknologi mobil, ketahanan mobil, dan pebalap juga," ujar Fitra dikutip dari Sore Semaunya Live Instagram bersama BNI Ep. 4, Sabtu (11/9/2021).

Kendati demikian, ia sadar bahwa latar belakang keluarga yang bukan dari kalangan balap tidak lantas memuluskan jalannya begitu saja untuk jadi pebalap. Namun, Fitra mengaku hal tersebut tidak memutuskan semangatnya.

"Ya udah nggak papa, kuliah dulu-lulus-kerja-punya tabungan, baru habis itu balap dari yang murah-murah dulu sampai akhirnya alhamdulillah sudah 20 tahun saya jadi pembalap profesional, yang artinya saya nggak keluar biaya lagi. Justru saya digaji untuk balap. Jadi hobi bisa jalan tapi nggak ngabisin rekening di bank. Semua orang juga pasti pengen seperti itu, saya beruntung bisa dapat profesi yang sesuai hobi saya," paparnya.

Bukan tanpa alasan, Fitra mengaku paham akan alasan orang tua yang awalnya tidak mendukung passion-nya di dunia balap ini. Sebab, bagi kebanyakan orang olahraga yang satu ini dinilai sebagai sesuatu yang berbahaya.

"Tapi saya juga lihat bahwa balap ini faktor keselamatannya luar biasa, saya juga tidak mau menyia-nyiakan nyawa di balap. Coba balap, pas dapat piala langsung dibawa ke orang tua. Orang tua luluh tuh kalau ada piala, bukan cuma buang-buang duit tapi ada prestasinya," akunya.

Fitra pun mengatakan, jika seseorang bekerja sesuai passion maka pekerjaan yang dijalani tidak akan terasa melelahkan. Menurutnya, passion inilah yang juga membuatnya bisa konsisten menggeluti dunia balap mobil, meski dulu memulainya dari profesi wartawan otomotif dengan gaji terbilang kecil.

"Kalau kita bangun reputasi di passion kita, tambah skill, itu suatu saat pasti akan berbuah manis. Kalaupun nggak berbuah apa-apa atau sukses secara finansial seperti yang kita inginkan, minimal kita menjalani passion kita dan kita happy," tutur Fitra.

Ia pun berbagi kunci untuk bisa menjalani passion dan pekerjaan sekaligus dengan baik, yakni pertama adalah kejujuran. Menurutnya, kejujuran dan kepercayaan dari orang lain merupakan salah satu harta termahal yang harus dimiliki setiap orang.

Selain itu, penting juga untuk menjalani sebuah passion dengan skill yang mumpuni.

"Passion itu nggak dijalani cuman karena kita suka, ada skill yang harus dibangun. Kalau kita cuma punya passion tapi nggak punya skill, itu seperti hobi aja nggak akan dapat apa-apa dari situ. Sama kayak kita punya skill, tapi nggak ada passion-nya ya mungkin cuma dapat uang nggak dapat kesenangan," terang Fitra.

"Malah saya bilang kalau suruh milih untuk hidup, passion dulu atau skill dulu? Saya pilih skill dulu. Passion itu bisa dijalani sebagai hobi, suatu saat kalau kita passion itu sudah bisa dijalani sebagai profesi dengan skill yang cukup, baru kita bisa resign dari tempat kerja yang mengandalkan skill," imbuhnya.

Dalam kesempatan ini, ia pun membagikan tips untuk dapat terus produktif dan #LompatLebihTinggi dengan passion yang ditekuni. Fitra mengaku, memulai karier sebagai wartawan di sebuah tabloid otomotif yang disukainya dulu. Kini, ia tetap konsisten me-review mobil dengan mengikuti perkembangan teknologi, yaitu lewat berbagai platform media sosial, seperti Instagram dan YouTube.

"Teknologi berkembang, tapi kita harus punya core value di diri kita. Kalau misalnya kita seorang reviewer mobil, dari dulu saya jurnalis sampai sekarang saya tetap reviewer mobil. Hanya platformnya berubah. Jangan kita hanya bergantung ke satu platform, kita harus punya pegangan ke diri kita sendiri. Mau platform apapun, kita bawa skill sama passion kita ke paltform yang baru lagi," ucapnya.

Sebagai seorang reviewer mobil ternama di Indonesia, Fitra pun berbagi pengalaman menggunakan mobil listrik yang membuatnya kini memiliki mobil listrik itu sendiri. Ia mengaku, pernah melakukan test drive mobil listrik dan menyukai karakter dari mobil listrik ini.

"Di masa depan saya yakin mobil listrik itu akan populer. Kan asyik kalau dari sebelum itu populer saya sudah punya pengalaman memiliki mobil listrik," kelakarnya.

Menurutnya, pengalaman menggunakan mobil listrik sangat efisien. Sebab, tidak berisik, tidak ada getaran, listriknya murah, dan tidak ada waktu terbuang untuk pergi ke pom bensin.

Berbicara soal mobil listrik di Indonesia, Putri Tanjung yang memandu acara ini pun membagikan info soal program BNI yang mendukung kepedulian terhadap isu lingkungan dan polusi, serta mendukung Perpres No.55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program kendaraan Bermotor Listrik di Indonesia.

Melalui program Undian Rejeki BNI #gapakenanti, BNI menghadirkan hadiah Grand Prize berupa Mobil Listrik ramah lingkungan, yaitu Tesla Model 3. Selain itu, ada juga berbagai hadiah menarik lainnya yang bisa didapatkan melalui program ini, seperti Hilux Double Cabin, Toyota Raize dan Honda PCX.

Program yang berlangsung dalam periode 1 Agustus 2021 hingga 31 Januari 2022 ini pun mudah untuk diikuti. Cukup dengan memperbanyak transaksi dengan BNI Mobile Banking dan Kartu Debit BNI, nasabah akan mendapatkan BNI POIN+ dan BNI POIN+ tersebut bisa ditukar menjadi kupon undian di BNI Mobile Banking. Adapun informasi mengenai program ini bisa dilihat di Instagram @bni46 atau melalui bit.ly/undian-rejeki-bni.

Sama seperti episode sebelumnya, Ngobrol Sore Semaunya Live Instagram berkolaborasi dengan BNI ini juga akan mendonasikan bantuan sebesar total Rp 175 Juta untuk membantu Program Penanganan COVID-19. Dalam kesempatan ini, Fitra sebagai bintang tamu memilih untuk mendonasikan bantuan kepada tenaga medis yang menjadi garda terdepan penanganan COVID-19.

Ia mengaku, alasan ini dilatarbelakangi pengalaman dirinya yang baru-baru ini terkena COVID hingga dirawat di rumah sakit. Sehingga, ia telah menyaksikan sendiri dedikasi tenaga medis yang luar biasa dalam menghadapi pandemi.

(mul/mpr)