Heboh Berjatuhan di Bali, Apa Beda Burung Pipit dan Burung Gereja?

Danu Damarjati - detikNews
Sabtu, 11 Sep 2021 14:30 WIB
Burung pipit jadi salah satu hewan yang paling dicari menjelang Imlek. Meningkatnya permintaan membuat para pedagang mulai gelar lapak berjualan burung pipit.
Burung pipit. (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta -

Fenomena kematian massal burung di sekitar makam di Bali masih berselimut misteri. Satu yang pasti, burung-burung itu adalah burung pipit, bukan burung gereja. Memang apa bedanya?

Dilansir Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta situs Kehati DIY, diakses detikcom Sabtu (11/9/2021), berikut adalah penjelasan mengenai burung tersebut.

Video burung-burung dalam keadaan basah berjatuhan di tanah viral di medsos. Video yang dibagikan sejumlah itu disebut terjadi di Bali. (Facebook Dek Eko)Video burung-burung dalam keadaan basah berjatuhan di tanah viral di medsos. Video yang dibagikan sejumlah itu disebut terjadi di Bali. (Facebook Dek Eko)

Burung pipit

Burung pipit sering disebut sebagai burung emprit, bondol emprit, bondol rawa, bondol peking, dan sebutan lainnya tergantung jenisnya. Ada banyak jenis burung pipit:

1. Lonchura leucogastroides (bondol Jawa/emprit)
- Ukuran: panjang tubuh antara 8-10 cm, tubuh bulat
- Warna: Dominan hitam. Tubuh atas cokelat, muka dan dada atas hitam, sisi perut dan sisi tubuh putih
- Paruh: kehitaman
- Kaki: kehitaman
- Makanan: biji-bijian, berbagai jenis padi
- Perilaku: berkelompok dalam jumlah banyak
- Habitat: persawahan, semak-semak, tersebar di Sumatera, Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara
- Sarang: dahan pohon tak tinggi

Salah satu jenis burung pipit (Lip Kee Yap/Wikimedia Commons)Salah satu jenis burung pipit (Lip Kee Yap/Wikimedia Commons)

2. Lonchura malacca (bondol rawa)
- Ukuran: panjang tubuh antara 8-10 cm.
- Warna: kepala sampai leher dan tengkuk hitam, tubuh sampai ekor cokelat terang
- Paruh: pendek lebar kebiruan
- Kaki: hitam
- Makanan: biji-bijian
- Perilaku: berkelompok dalam jumlah banyak
- Habitat: persawahan, semak-semak
- Sarang: pepohonan tidak tinggi

3. Lonchura fuscans (bondol Kalimantan)
- Ukuran: panjang tubuh 8-10 cm
- Warna: hampir seluruh tubuh cokelat gelap
- Paruh: pendek lebar, kebiruan
- Kaki: hitam
- Makanan: biji-bijian
- Perilaku: berkelompok
- Habitat: semak-semak atau persawahan
- Sarang: dahan pohon tak tinggi

4. Lonchura punctulata (bondol peking)
- Ukuran: panjang 8-10 cm
- Warna: cokelat dari kepala sampai leher dan punggung, dada-perut hitam, bintik-bintik putih
- Paruh: hitam kebiruan
- Kaki: hitam kebiruan
- Makanan: biji-bijian
- Perilaku: berkelompok
- Habitat: semak-semak dan tumbuhan rendah, pinggir hutan sekunder, rawa-rawa
- Sarang: ranting dan tumbuhan rendah

5. Lonchura maja (emprit kaji)

- Ukuran: panjang 8-10 cm
- Warna: kepala putih, badan cokelat
- Paruh: abu-abu kebiruan
- Kaki: hitam kebiruan
- Makanan: biji-bijian
- Perilaku: berkelompok
- Habitat: semak-semak dan tumbuhan rendah, pinggir hutan sekunder, rawa-rawa
- Sarang: ranting dan tumbuhan rendah


Burung gereja

Burung gereja memang sering disamakan dengan burung pipit, bahkan tulisan terbitan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan juga menyebut burung ini masih keluarga burung pipit. Padahal famili burung gereja adalah Passeridae, tidak sama dengan burung pipit yang berfamili Estrildidae.

Passer montanus (burung gereja)
- Ukuran: panjang 10-12 cm
- Warna: atas kepala, tengkuk, punggung, dan ekor cokelat. Mata, leher bawah, dan pipi hitam. Sayap cokelat garis hitam. Dada sampai perut cokelat keputihan.
- Paruh: hitam
- Kaki: kemerahan
- Makanan: biji-bijian dan serangga kecil
- Perilaku: berkelompok, berloncatan di tanah, dekat dengan tempat hidup manusia
- Habitat: dataran rendah sampai tinggi, di permukiman manusia
- Sarang: Membuat sarang di bangunan manusia

Selanjutnya, beda burung pipit dan burung gereja:

Lihat Video: Ini Dugaan Biang Kerok Burung Pipit di Bali Mati Massal

[Gambas:Video 20detik]