Menwa UII Sweeping Warga Australia di Malioboro

Menwa UII Sweeping Warga Australia di Malioboro

- detikNews
Kamis, 06 Apr 2006 13:58 WIB
Yogyakarta - Resimen Mahasiswa (Menwa) Mahakarta Universitas Islam Indonesia (UII) geram dengan sikap pemerintah Australia yang memberi suaka 42 warga Papua. Karena itu, sejumlah anggotanya melakukan sweeping terhadap warga Australia di Yogyakarta. Sweeping dilakukan di sejumlah hotel berbintang di kawasan Malioboro, Kamis (6/4/2006). Hotel-hotel yang di-sweeping itu adalah Hotel Ibis Malioboro di Perwakilan, Hotel Mutiara Utara, Hotel Mutiara Selatan, dan Hotel Inna Garuda di Jl Malioboro. Sweeping tersebut dilakukan setelah perwakilan Menwa UII menyampaikan pernyataan sikapnya kepada Ketua DPRD DIY di Jl Malioboro. Hanya saja, Ketua DPRD DIY H. Djuwarto batal menemui mahasiswa karena ada rapat lain yang harus diikutinya. Saat melakukan sweeping, sebagian dari mereka mengenakan PDL (Pakaian Dinas Lapangan) berwarna hijau lengkap dengat baret warna ungu dan sepatu lars. Namun ada pula yang memakai pakaian PDH (Pakaian Dinas Harian) warna coklat muda atau krem.Hotel pertama yang didatangi adalah Hotel Ibis yang terletak di belakang Malioboro Mall. Di tempat ini, mereka ditemui Koordinator Sekuriti, Swidi. Setelah ditanya maksud kedatangannya oleh sekuriti hotel, para mahasiswa menanyakan apakah saat ini ada warga negara Australia yang sedang menginap di hotel tersebut. "Sejak bulan Januari 2006 tidak ada satu pun tamu Hotel Ibis Yogyakarta yang berasal dari Australia," kata dia. Karena tidak menjumpai warga Australia, mereka kemudian melanjutkan aksinya ke Hotel Inna Garuda. Di tempat ini, mereka diterima oleh Chief Security, Odang. Mereka juga menanyakan apakah ada warga Australia yang menginap di hotel. Oleh Odang pun dijawab tidak ada dan hampir sebagian besar tamu hotel adalah tamu domestik."Kalau tamu Australia tidak ada, tapi kalau tamu negara lain seperti Prancis, Jerman, Rusia dan Jepang memang ada, tapi mereka sudah melanjutkan perjalanannya lagi," kata Odang. Juru Bicara Menwa UII, Fachrur Rozy kepada wartawan di sela-sela aksi mengatakan sweeping tersebut bukan untuk mengusir warga negara Australia dari Yogyakarta. Namun, untuk menyampaikan pernyataan sikap sebagai warga negara Indonesia."Sebagai warga negera Indonesia, kami sakit hati dengan sikap pemerintah Australia yang memberikan visa tinggal sementara terhadap 42 warga Papua dan pemuatan kartun yang melecehkan pemimpin Indonesia pada The Weekend Australian," kata Rozy. (asy/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads