PPP-PKB Sepaham Kasus Lahan Rocky Gerung Tak Ada Kaitan Pembungkaman

Eva Safitri - detikNews
Sabtu, 11 Sep 2021 08:15 WIB
Anggota MPR RI dari Fraksi PPP, Achmad Baidowi, menjadi pembicara dalam Diskusi Empat Pilar MPR RI dengan Tema Potensi Golput di Pemilu 2019 di Media Center MPR/DPR RI, Jakarta, Senin (18/2/2019).
Achmad Baidowi (Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta -

Politikus Partai Demokrat Andi Arief menilai kasus pembongkaran rumah Rocky Gerung merupakan bentuk upaya pembungkaman kritik. Ketua DPP PPP Achmad Baidowi (Awiek) mengatakan kasus lahan Rocky Gerung tak bisa dikaitkan dengan pemberedelan.

"Sebaiknya tidak langsung diasumsikan begitu. Kaitannya beredel dengan kepemilikan lahan di mana? Itu kasus yang melibatkan Rocky Gerung dengan PT Sentul City. Bukan konflik dengan negara," kata Awiek kepada wartawan, Jumat (10/9/2021).

Awiek menyebut sebaiknya kasus lahan Rocky Gerung diselesaikan sesuai dengan mekanisme hukum yang ada. Dia meminta isu itu tidak dikaitkan ke politik.

"Sebaiknya persoalan Rocky Gerung dengan PT Sentul City diselesaikan melalui jalur hukum, ada BPN, ada pengadilan. Silakan saja berproses di sana," ujarnya.

"Kasus hukum pertanahan jangan ditarik ke isu-isu politik karena hanya akan menimbulkan kegaduhan saja," lanjut Awiek.

Senada, Ketua DPP PKB Daniel Johan mengatakan kasus lahan Rocky Gerung refleksi karut marutnya legalitas pertahanan. Dia meminta kasus itu diselesaikan secara hukum.

"Ini refleksi karut marutnya legalitas pertanahan kita, dan kebetulan menyangkut figur publik. Selesaikan saja secara hukum dan peraturan yang ada," ujarnya.

Daniel meminta kasus itu tidak dikaitkan dengan pembungkaman. Dia berharap aparat terkait akan bertindak profesional mengusut kasus itu.

"Jangan dijadikan alat untuk pembungkaman masukan-masukan kritis. Kita meyakini aparatur akan bertindak adil dan profesional sesuai aturan yang ada, apalagi ini sudah menjadi sorotan masyarakat," tuturnya.

Simak selengkapnya di halaman berikut

Tonton juga Video: Rocky Gerung soal Diciduknya Aktivis KAMI: UU ITE dari Dulu Dipersoalkan

[Gambas:Video 20detik]