Round-Up

Polemik Lahan Rocky Gerung Vs Sentul City Merembet ke Politik

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 11 Sep 2021 07:05 WIB
Rocky Gerung akhirnya memenuhi panggilan jaksa untuk menjadi saksi di sidang lanjutan Ratna Sarumpaet.
Rocky Gerung (Foto: Lamhot Aritonang)
Jakarta -

Polemik lahan Rocky Gerung versus PT Sentul City merembet ke urusan politik. Tidak hanya itu, polemik ini bahkan disebut sebagai bentuk upaya pembungkaman.

Hal itu diungkapkan Politisi Partai Demokrat Andi Arief. Dia membela Rocky Gerung dan meminta pemerintah untuk mengusut kepemilikan tanah PT Sentul City.

"Sombong amat PT. Sentul City. Pemerintah mohon periksa asal-usul penguasaan tanah yang mereka miliki," kata Andi Arief dalam cuitan yang dibagikan kepada wartawan, Jumat (10/9/2021).

Ketua Badan Pemenangan Pemilu Partai Demokrat ini lantas menduga ada motif politik di balik perintah Sentul City kepada Rocky Gerung untuk membongkar rumahnya di Desa Bojong Koneng. Menurutnya, Rocky Gerung mau dibungkam.

"Motif politik pasti berada di balik kasus ini plus keserakahan. Sikap kritis Rocky Gerung mau dibreidel (beredel). Sudah pantas melawan ini dengan aksi besar," ujar Andi Arief.

Pembelaan Terhadap Rocky Gerung

Elite Partai Gerindra Dahnil Anzar Simanjuntak dan Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera turut menyoroti kasus sengketa lahan antara Rocky Gerung dan PT Sentul City. Dahnil dan Mardani sama-sama berada di pihak Rocky Gerung.

Dahnil mengaku sikap politiknya saat ini berbeda dengan Rocky Gerung. Dia mendoakan agar sengketa lahan Rocky Gerung dengan Sentul City bisa segera selesai.

"Saya berbeda sikap politik dengan RG saat ini, tapi berdoa yang terbaik agar sengketa yang sedang beliau hadapi saat ini bisa lekas selesai. Bukan justru mengolok-olok sambil bergembira dengan kesusahan orang lain," kata Dahnil melalui akun Twitter @Dahnilanzar, Jumat (10/9/2021). Dahnil sudah mengizinkan tweet-nya dikutip.

Soal sikap terhadap pihak yang berbeda sikap politik, Dahnil mengaku belajar dari Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto. Dahnil mencontohkan sikap Prabowo dengan Presiden ke-1 RI Sukarno.

"Dalam sejarah orang tua Pak @prabowo terang berbeda sikap politik dengan Bung Karno, bahkan berseberangan. Namun, tetap saling bantu dan sokong secara pribadi. Tidak ada itu, sikap gembira melihat orang lain susah," sebut Dahnil.

Lihat juga video 'Bupati Probolinggo Pasang Tarif Rp 20 Juta-Upeti Sewa Tanah Syarat Jadi Kades':

[Gambas:Video 20detik]



Simak kelanjutannya di halaman berikut