Megawati Naik Becak dan Mbatik
Kamis, 06 Apr 2006 13:21 WIB
Solo - Beberapa tokoh penting berada di Solo, Kamis (6/4/2006) pagi. Mereka mengikuti acara keliling perkampungan batik di Laweyan Solo. Mantan Presiden Megawati Soekarnoputri yang ikut serta dalam acara tersebut, bahkan bergabung dengan pembatik dan melakukan praktek membatik. Acara itu digelar oleh Yayasan Warni Warni Indonesia (YWWI) dalam rangka promosi produk dan perkampungan batik di Laweyan, sebuah perkampungan kuno yang secara turun-temurun menjadi sentra produsen batik di Solo. Ikut dalam acara itu para politisi, pengusaha, desainer, dan lain-lainnya. Di antara tokoh penting yang ikut adalah Megawati beserta rombongannya serta Menkop dan UKM Suryadarma Ali. Tidak ketinggalan adalah Akbar Tandjung, karena YWWI dipimpin istrinya, Krisnina Akbar Tandjung. Kamis pagi hingga siang, sesi yang dirancang adalah keliling menyaksikan perkampungan batik serta melihat langsung proses pembuatannya. Diutamakan peserta bersedia jalan kaki menyusuri lorong-lorong dan gang kampung. Namun demikian disediakan pula puluhan becak yang siap membawa keliling. Megawati termasuk yang sejak awal memilih keliling naik becak. Dia duduk satu becak dengan putrinya, Puan Maharani. Sesekali Mega turun untuk menyinggahi rumah warga. Becak itu lebih sering didorong daripada dikayuh. Salah seorang yang terlihat sering menjadi pendorong adalah FX Hadi Rudyatmo, Wakil Walikota Solo yang juga Ketua DPC PDIP Solo.Akan halnya dengan Akbar Tandjung dan Tjahjo Kumolo memilih jalan kaki santai sambil terlihat akrab ngobrol dengan warga maupun puluhan peserta yang juga memilih jalan kaki. Sedangkan Menteri Suryadarma Ali juga naik, duduk bersebelahan dengan Nina Akbar Tandjung. Mega MbatikDi salah satu rumah yang disinggahi, Mega terlihat tekun menyaksikan para pembatik tulis bekerja. Dengan akrab, dari kejauhan Akbar Tandjung menggoda agar Mega mau membatik. Dia lalu meneriaki Hadi Rudyatmo yang selalu mendampingi Mega agar mengkondisikan suasana agar Mega bersedia membatik. "Rud, tolong salah satu dari Mbak yang batik itu agar memberikan tempatnya ke Mbak Mega," teriak Akbar. Yang diteriaki tanggap, demikian juga yang 'ditarget'. Mega langsung duduk di kursi pendek pembatik sambil memegang canthing, wadah malam untuk membatik, dan menuangkannya ke sehelai kain yang telah dipola batik dengan motif truntum. Namun masih juga Akbar 'usil'. Di tengah-tengah menyaksikan Mega membatik, Akbar sempat nyeletuk, "Wah, luwes juga tangan Mbak Mega untuk mbatik." Mega spontan menimpali, "Saya tuh seneng mbatik lho." Suasana menjadi segar dengan saling sentil para mantan petinggi negara tersebut. Kembangkan Batik NusantaraDalam kesempatan tersebut Menkop dan UKM mengatakan kementerian yang dia pimpin sangat mendorong perkembangan batik Nusantara serta cukup intens dalam mempromosikan pemasarannya. Selain itu juga berusaha melakukan proteksi sejumlah aset kuno yang berkaitan dengan perkembangan batik. "Batik menjadi bagian penting dalam pengembangan UKM yang kami bina. Kami memiliki rumah promosi untuk produk dari UKM dan batik menjadi bagian penting pula dalam promosi itu. Selain itu kami juga mendirikan sejumlah monumen batik agar khasanah perkembangan batik sejak lampu tidak lenyap," paparnya. Dia juga mengungkapkan kegembiraan karena entitas batik di sejumlah daerah di luar Jawa juga mulai tumbuh berkembang dengan serius. Di antara yang disebutnya pencarian identitas batik khas sedang tumbuh berkembang adalah di Gorontalo, Maluku dan Papua. "Mereka menggunakan ragam tanaman yang tumbuh di daerahnya sebagai ikon-ikon atau motif batik khas daerahnya. Ini menggembirakan karena ke depan batik akan menjadi batik Nusantara dan kita tinggal mengembangkannya," lanjut dia.
(asy/)











































