MKJ Sidang Tertutup, Puluhan Demonstran Goyang Kejagung
Kamis, 06 Apr 2006 13:11 WIB
Jakarta -
Puluhan demonstran dari Forum Penegak Supremasi Hukum (FPSH) menuntut persidangan majelis kehormatan jaksa (MKJ) dilaksanakan terbuka. Mereka juga merekomendasikan 4 JPU yang menangani sidang kepemilikan shabu-shabu seberat 20 kg dipecat.Tidak hanya keempat JPU itu, mereka juga mendesak Jaksa Agung Abdul Rahman Saleh memecat Kajari Jakarta Barat Dimas Sukadis dan Kajati DKI Jakarta Rusdi Taher."Persidangan MKJ terhadap oknum-oknum yang lalai dalam menjalankan tugas sebagai JPU dengan memberikan tuntutan ringan harus berpihak pada rasa keadilan masyarakat. MKJ dengan membongkar sampai tuntas aktor utamanya," kata Korlap Hardriansyah dalam orasinya di Kejagung, Jalan Sultan Hasanuddin, Jakarta, Kamis (6/4/2006).Karena itu, FPSH mengaku kecewa dengan sidang MKJ dilaksanakan secara tertutup. Padahal sebelumnya disebutkan sidang akan digelar terbuka."Kalau Abdul Rahman Saleh pilihan rakyat Indonesia, maka dia harus tegas, siap dan berani menangkap Rusdi Taher. Siapapun di belakang dia, Abdul Rahman harus berani dan MKJ jangan tutupi kebusukan para jaksa," ujarnya.Dalam aksi itu mereka juga mengusung sejumlah poster bertuliskan "MKJ tiada maaf untuk penegak hukum yang lalai" serta "Adili Kajari Jakarta Barat dan Kajati DKI Jakarta".Pembentukan MKJ dilakukan Kejagung terkait penuntutan jaksa yang berakibat vonis ringan dalam perkara Hariono Agus Tjahjono. Hariono didakwa karena mengedarkan 20 kilogram narkotika jenis shabu-shabu dan divonis 3 tahun penjara oleh majelis hakim sesuai tuntutan jaksa.Setelah beraksi di Kejagung, FPSH melanjutkan aksinya di depan Mabes Polri. Tuntutannya masih sama. Namun di depan pintu gerbang Mabes Polri di Jalan Trunojoyo, mereka sempat menggantungkan suntikan raksasa. Mereka juga menaruh karung beras berisi garam yang diibaratkan sebagai 13 kg shabu-shabu yang hilang.
(umi/)










































