Cara Menghilangkan Hadas Besar Tanpa Air, Sesuai Ajaran Rasulullah SAW

Rosmha Widiyani - detikNews
Jumat, 10 Sep 2021 16:02 WIB
A female adult is putting both hands together for doa (Muslim way of praying) during partial lockdown in Malaysia.
Foto: Getty Images/Alex Liew/Cara Menghilangkan Hadas Besar Tanpa Air, Sesuai Ajaran Rasulullah SAW.
Jakarta -

Menghilangkan hadas besar dapat dilakukan dengan mandi wajib atau kerap disebut mandi junub. Namun tak perlu khawatir jika tidak bisa menyentuh air karena kondisi tertentu, misal sakit.

Apabila berhalangan menggunakan air mandi untuk menghilangkan hadas besar dapat diganti dengan tayamum. Dikutip dari buku Terapi Shalat Sempurna karya Ustaz Ahmad Baei Jaafar, dengan ketentuan ini para muslim masih bisa bersuci jika berhalangan mandi.

Ketentuan ini diterangkan dalam beberapa hadits yang dijelaskan para sahabat Nabi SAW,

وَعَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا فِي قَوْلِهِ - عز وجل - { وَإِنْ كُنْتُمْ مَرْضَى أَوْ عَلَى سَفَرٍ } قَالَ: "إِذَا كَانَتْ بِالرَّجُلِ اَلْجِرَاحَةُ فِي سَبِيلِ اَللَّهِ وَالْقُرُوحُ, فَيُجْنِبُ, فَيَخَافُ أَنْ يَمُوتَ إِنْ اِغْتَسَلَ: تَيَمَّمَ" . رَوَاهُ اَلدَّارَقُطْنِيُّ مَوْقُوفًا, وَرَفَعَهُ اَلْبَزَّارُ, وَصَحَّحَهُ اِبْنُ خُزَيْمَةَ, وَالْحَاكِم ُ

Artinya: Seperti dinarasikan Ibnu 'Abbas RA tentang firman Allah, "Jika kamu sakit atau dalam perjalanan." beliau mengatakan, "Apabila seseorang mengalami luka-luka di jalan Allah atau terserang penyakit kudis lalu ia junub, tetapi ia takut akan mati jika ia mandi, maka boleh baginya bertayamum." (Diriwayatkan Ad-Daruquthni secara mawquf).

Hadits lain yang menjelaskan apabila berhalangan menggunakan air mandi untuk menghilangkan hadas besar dapat diganti dengan tayamum adalah,

وَعَنْ عَلِيٍّ - رضي الله عنه - قَالَ: - اِنْكَسَرَتْ إِحْدَى زَنْدَيَّ فَسَأَلْتُ رَسُولَ اَللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - فَأَمَرَنِي أَنْ أَمْسَحَ عَلَى اَلْجَبَائِرِ - رَوَاهُ اِبْنُ مَاجَه بِسَنَدٍ وَاهٍ جِدًّا

Artinya: Diceritakan Ali RA, "Salah satu dari pergelanganku retak. Lalu aku tanyakan pada Rasulullah SAW dan beliau menyuruhku agar aku mengusap di atas pembalutnya." (HR Ibnu Majah).

Tata cara tayamum adalah:

a. Siapkan tanah berdebu atau debu yang bersih

b. Disunnahkan menghadap kiblat, dengan kedua telapak tangan dan posisi jari-jari dirapatkan pada debu

c. Membaca niat tayamum,

نَوَيْتُ التَّيَمُّمَ لِاسْتِبَاحَةِ الصَّلَاةِ للهِ تَعَالَى

Arab latin: Nawaytu tayammuma li istibaakhati sholati lillahi ta'ala

Artinya: "Aku berniat tayamum agar diperbolehkan sholat karena Allah ta'ala."

Jika tidak hendak sholat, bacaan niat bisa diganti sesuai tujuan tayamum.

d. Usapkan kedua telapak tangan pada seluruh wajah dengan sekali menyentuh debu

e. Selajutnya debu diusapkan ke dua tangan mulai dari ujung jari hingga siku

f. Membaca doa usai tayamum yaitu,

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اَللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِيْنَ، وَاجْعَلْنِي مِنَ الْمُتَطَهِّرِيْنَ وَاجْعَلْنِي مِنْ عِبَادِكَ الصَّالِحِيْنَ سُبْحَانَكَ اَللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ

Arab latin: Asyhadu alla ilaaha illalloh, wahdahu laa syariika lah, wa asyhadu anna muhammadan 'abduhu wa rosuuluh, allohummaj 'alniy minat tawwaabiina, waj 'alniy minal mutathohhiriina waj 'alniy min 'ibaadakash shoolihiin, subhaanakallohumma wa bihamdika, asyhadu alla ilaaha illa anta, asytaghfiruka wa atuubu ilaik

Artinya: "Aku bersaksi tiada tuhan selain Allah semata yang tiada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Ya Allah, jadikan lah aku sebagai orang-orang yang bertaubat, jadikan lah aku sebagai orang-orang yang bersuci, dan jadikan lah aku sebagai hamba-hamba-Mu yang saleh. Maha suci Engkau, ya Allah dengan kebaikan-Mu, aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Engkau, dan dengan kebaikan-Mu, aku memohon ampun dan bertaubat pada-Mu."

Dengan penjelasan ini, muslim tak perlu khawatir apabila berhalangan menggunakan air mandi untuk menghilangkan hadas besar. Bersuci masih bisa dilakukan dengan cara yang lebih nyaman namun tetap memenuhi syarat dan ketentuan yang ditentukan Al Quran serta hadits.

Ketentuan bersuci dengan debu atau tayamum sejalan dengan karakter Islam yang tidak ingin memberatkan umatnya. Ketentuan suci dari hadas sebelum menunaikan ibadah fardhu dan sunnah bisa dipenuhi dengan cara yang mudah dan sederhana.

Semoga kemudahan Islam dalam bersuci dan melakukan ibadah lain meningkatkan semangat para muslim untuk lebih dekat dengan Allah SWT.

(row/erd)