Produk Aussie Diboikot Importir
Kamis, 06 Apr 2006 11:19 WIB
Jakarta - Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (Ginsi) makin politis. Setelah melakukan aksi boikot produk Denmark, kini giliran produk Australia yang terancam.Ginsi mengumumkan pemboikotan produk Australia mulai 6 April ini, terkait dengan pemberian visa sementara kepada 42 warga Papua pencari suaka."Pemboikotan ini bukan gertakan. Ini benar benar serius. Kita akan memboikot sampai visa 42 warga Papua dicabut. Meski pengusaha tidak mencampuri politik, mau tidak mau ikut campur, karena kita punya rasa nasionalis," cetus Ketua Umum Ginsi Amiruddin Saud.Hal itu diungkapkan Amiruddin dalam jumpa pers untuk mengumumkan hasil rapat Badan Pengurus Pusat (BPP) Ginsi pada 3 April lalu yang menyetujui pemboikotan produk Australia, di Hotel Nikko, Jalan MH Thmarin, Jakarta, Kamis (6/4/2006).Ginsi menilai Australia sudah terlalu jauh mencampuri urusan dalam negeri Indonesia dengan memberikan visa sementara kepada 42 warga Papua. Selain itu pemuatan karikatur Presiden SBY pada salah satu koran di Australia juga dianggap telah melukai dan menghina bangsa Indonesia."Kita juga meminta kepada seluruh importir di seluruh Indonesia agar bersatu melakukan pemboikotan produk Australia," ujar Amiruddin.Ginsi juga meminta kepada seluruh buruh pelabuhan di seluruh Indonesia agar tidak melayani pembongkaran barang impor dari kapal berbendera Australia.Impor dari Australia dari tahun ke tahun terus meningkat. Pada tahun 2002 nilai impor Australia US$ 1,5 miliar, 2003 sebesar US$ 1,6 miliar, 2004 sebesar US$ 2,2 miliar, dan 2005 sebesar US$ 2,5 miliar.Menurut Amiruddin, dengan jumlah impor yang besar ini, pihak Australia-lah yang akan menderita. Sementara ekspor Indonesia ke Australia tahun 2005 sebesar US$ 2,2 miliar."Kita tidak akan menderita karena kita bisa mencari sumber impor dari negara lain. Tapi jangan khawatir, rakyat Indonesia tidak dirugikan," ujarnya.Mengenai kemungkinan importir tidak mengindahkan ajakan Ginsi, menurut Amiruddin, sebagai Ketua Ginsi dirinya berhak mencabut angka pengenal importir tersebut."Sebagai pengusaha, kalau nasionalisnya kuat, mereka tunduk pada keputusan Ginsi. Saya tidak takut eskpor diboikot, karena mulai hari ini kita tidak akan tergantung kepada Australia," tutur Amiruddin.Saat ini ada 200 anggota Ginsi yang menjadi importir produk Australia. Produk impor Australia antara lain hewan ternak selain ikan, susu, gandum, gula, buah, jus, kapas, biji aluminium, minyak mentah, manufaktur yang berasal dari metal.DenmarkSementara pemboikotan produk Denmark yang dilakukan beberapa bulan lalu dianggap telah selesai.Pasalnya, Denmark telah meminta maaf kepada negara-negara muslim soal pemuatan karikatur Nabi Muhammad.
(ir/)











































