Dugaan Baru Burung Pipit Mati di Bali yang Viral: Keracunan Pestisida

Sui Suadnyana - detikNews
Jumat, 10 Sep 2021 11:55 WIB
Gianyar -

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali menyampaikan dugaan baru kematian burung pipit yang viral di Bali. Burung-burung tersebut diduga mati karena keracunan pestisida.

"Dugaan kami adalah perilaku masyarakat yang menggunakan pestisida non-alami di sekitar Desa Pering tersebut. Jadi dugaan saya adalah burung-burung tersebut keracunan dari pestisida tersebut," kata Kepala Subbagian Tata Usaha BKSDA Bali Prawona Meruanto kepada detikcom, Jumat (10/9/2021).

Antok menuturkan burung pipit saat mencari makan pasti bergerombol dari ratusan sampai ribuan. Mereka kemudian mencari makan di tanaman padi yang baru tumbuh, yang mungkin saja baru selesai dilakukan penyemprotan pestisida sehingga mengakibatkan keracunan.

"Jadi dugaan sementara seperti itu dan kemudian teman-teman di lapangan melakukan penyuluhan kepada masyarakat untuk tetap hati-hati melakukan pestisida dan tetap menjaga habitat satwa liar yang ada di sekitar mereka. Tidak hanya burung yang lain juga menjadi perhatian masyarakat sekitarnya," jelasnya.

Antok menegaskan tim dari BKSDA Bali sudah melakukan peninjauan ke lapangan. Dari hasil kunjungan ke lapangan itulah ditemukan adanya dugaan burung-burung pipit tersebut keracunan pestisida.

Selain karena keracunan, dugaan lain burung-burung tersebut mati karena curah hujan yang tinggi dan mengandung asam. Kondisi itu disinyalir menyebabkan burung tersebut jatuh dan mati.

"Burung-burung tersebut karena curah hujan yang cukup tinggi dan mungkin sedikit mengandung asam air hujan tersebut sehingga mengakibatkan burung-burung itu terjatuh," jelas Antok.

Sebelumnya, sebuah video yang menampilkan burung-burung berjatuhan di tanah dalam keadaan basah viral di media sosial. Peristiwa tersebut terjadi di kuburan Banjar Sema, Desa Pering, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar, Bali.

Video itu direkam oleh Kadek Sutika sekitar pukul 08.00 Wita. Setelah merekam video tersebut dirinya langsung mengunggah ke Facebook dan langsung viral beberapa menit kemudian.

"Iya awalnya saya rekam dulu itu, habis itu langsung unggah di FB. Kira-kira jam 8 lebih dikit (sudah viral). Nggak sampai setengah 9, kira-kira jam 8 lewat seperempat rasanya sudah viral," kata Sutika saat dihubungi detikcom, Kamis (9/9) malam.

(aud/aud)