Round-Up

Ratusan Miliar Anggaran Foya-foya Pegawai Dipotong Walkot Makassar

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 10 Sep 2021 06:02 WIB
Walkot Makassar, Ramadhan Danny Pomanto (Hermawan/detikcom)
Foto: Walkot Makassar, Ramadhan 'Danny' Pomanto (Hermawan/detikcom)
Makassar -

Anggaran ratusan miliar yang disebut untuk foya-foya pegawai dipotong oleh Wali Kota Makassar Ramdhan 'Danny' Pomanto. Dana ini dipangkas karena hendak dipakai untuk jalan-jalan hingga foya-foya.

Total anggaran yang dipangkas mencapai Rp 670 miliar. Anggaran ini akan dialihkan ke modal.

"Sekitar Rp 670 miliar saya potong. Rencananya (dialihkan ke modal), tidak ada yang bisa kita bangun apa-apa ini. Cuma kasih habis uang saja untuk pegawai, untuk senang-senang saja," kata Danny dalam keterangannya kepada wartawan di kediamannya, Jalan Amirullah, Makassar, Rabu (8/9/2021).

"Masa kerjanya hanya makan-makan saja, terus masa kerjanya Pemerintah Kota hanya jalan-jalan terus," lanjutnya.

Danny menegaskan, dana Rp 670 miliar itu ditemukan dari anggaran bahan bakar pegawai, anggaran kegiatan, anggaran gaji kontrak, hingga anggaran perjalanan dinas yang dinilai tak efektif.

"Jadi sangat tidak efektif, sangat tidak efektif. Saya coba hitung, masa kerja jalan terus, jalan terus, bikin habis uang. Tenaga kontrak dan pemborosan-pemborosan tenaga kontrak. Makanya jadi saya potong semua, jadi harus kerja," jelasnya.

Danny bahkan menyebut anggaran untuk pembangunan Makassar hanya berkisar 150 miliar, sementara sisanya berupa kegiatan SKPD. Namun anggaran itu disebut bukan ia yang merancang dari awal.

"Belanja modal masa cuma Rp 150 miliar, untuk membangun saja, yang dibangun di Makassar itu, padahal dulu itu kita 72 persen belanja langsungnya. Hampir semua itu boros, tapi merancang itu bukan kita itu, dirancang kemarin itu, sangat tidak efektif," terangnya.

Pemotongan anggaran senilai Rp 670 miliar ini akan dialihkan pada belanja modal di Pemerintah Kota Makassar, baik berupa pembangunan, program lorong, pemulihan ekonomi, hingga kegiatan yang menyentuh masyarakat langsung.

"Rp 670 miliar itu anggaran pemborosan, saya sudah, jadi belanja modal itu bisa bikin jalan, memperbaiki lorong, yang membangkitkan ekonomi. Jadi semua kita akan ke masyarakat, jadi belanja modal itu artinya masyarakat langsung menikmati. Masa kita cari uang untuk pegawai," paparnya.

Tonton juga video 'Walkot Makassar Potong Anggaran 'Foya-foya' SKPD Rp 670 Miliar':

[Gambas:Video 20detik]