Sebelum Divaksin, Lansia Dapat Pertanyaan Tambahan Ini Saat Skrining

Yudistira Imandiar - detikNews
Kamis, 09 Sep 2021 19:23 WIB
vaksin lansia
Foto: Shutterstock/
Jakarta -

Pemerintah mengimbau agar masyarakat lansia untuk segera divaksin. Keluarga maupun orang di sekitar juga diminta untuk aktif mengajak lansia untuk segera mendapatkan vaksinasi COVID-19.

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menguraikan berdasarkan data covid19.go.id, Per 8 September 2021, pukul 17.00 WIB, tingkat kematian akibat COVID-19 paling tinggi terjadi pada kelompok lansia. Dari total pasien yang meninggal akibat COVID-19, sebanyak 46,6% di antaranya merupakan lansia.

Sementara itu, berdasarkan data per 8 September 2021 pukul 18.00 WIB diketahui realisasi vaksinasi kelompok lansia baru mencapai sebanyak 5,4 juta untuk dosis 1 atau sekitar 25% dari total sasaran, 21,5 juta orang. Adapun realisasi vaksinasi dosis 2 baru baru mencapai 3,9 juta orang, atau 18,1% dari target.

Pemerintah, kata Johnny, terus mendorong kelompok lansia untuk segera divaksin. Ia menyatakan kelompok lansia harus diprioritaskan untuk mencegah kasus berat yang memerlukan perawatan di rumah sakit.

"Generasi lansia merupakan kelompok yang memiliki risiko kesehatan yang paling tinggi apabila terpapar COVID-19. Oleh karena itu, pemerintah mengajak semua lansia segera melakukan vaksinasi. Semua jenis vaksin COVID-19 yang digunakan di Indonesia sudah dipastikan aman dan berkhasiat," ungkap Johnny.

Johnny mengingatkan, secara umum syarat untuk vaksin lansia sama dengan yang lain. Namun, ada beberapa pertanyaan tambahan yang perlu diperhatikan terkait kondisi kesehatan yang meliputi kemampuan fisik dan potensi komorbid.

Beberapa pertanyaan yang akan ditanyakan di antaranya, 'Apakah mengalami kesulitan menaiki 10 anak tangga?', 'Apakah punya 5 penyakit dari 11 penyakit kronik dan komorbid?', 'Apakah mudah merasa kelelahan?', 'Apakah mengalami penurunan berat badan secara signifikan?', dan 'Aakah mengalami kesulitan dalam berjalan sejauh 100-200 meter?'.

"Jika ada 3 jawaban "Ya" atau lebih dari 5 pertanyaan di atas, maka vaksin COVID-19 tidak bisa diberikan," sebut Johnny.

Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmizi menyampaikan pemerintah daerah diharapkan dapat menyusun strategi untuk mendorong vaksinasi bagi kalangan lansia. Pemerintah daerah, sebut dr Nadia, perlu melakukan alokasi khusus untuk penduduk lansia di setiap pelaksanaan vaksinasi, baik di fasyankes maupun di tempat lain.

Ia menyatakan untuk menghadapi tantangan dalam menggenjot vaksinasi untuk lansia, dr. Siti Nadia mengharapkan semua pihak dapat bekerja sama membujuk dan mengajak para orang tua untuk divaksin.

"Kita memahami saat ini tengah meningkatkan cakupan vaksinasi untuk semua populasi, tetapi kami berharap dan berupaya supaya populasi lansia yang memiliki kerentanan untuk mendapatkan gejala parah dan bahkan kematian dapat diprioritaskan. Mari kita bujuk, ajak, daftarkan dan dampingi orang tua kita untuk menerima vaksin COVID-19 di tempat pelayanan vaksinasi terdekat," cetus dr Nadia.

(mul/ega)